Agen Bola Terpercaya - Lima Poin Penting Kesuksesan City | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew

Agen Bola Terpercaya – Lima Poin Penting Kesuksesan City

Agen Bola TerpercayaAgen Bola Terpercaya – Pelatih Manuel Pellegrini akhirnya telah berhasil membuat Manchester City meraih gelar juara Liga Inggris 2013 – 2014, sekaligus mencatat namanya di dalam sejarah kompetisi Liga Inggris. Tidak sampai di situ saja, pria asal Chile ini juga mencatat rekor baru sebagai manager pertama Manchester City yang berhasil memenangi dua gelar sekaligus dalam satu musim, yaitu juara Liga Inggris dan piala liga.

Pada laga terakhir di Etihad Stadium minggu malam (11/5) Manchester City telah memastikan gelar juara Liga Inggris jatuh ke tangannya. Setelah berhasil mengalahkan tim tamu West Ham dengan skor 2-0, anak asuh Pellegrini meluapkan kegembiraannya dengan pesta pora dan kesenangan yang luar biasa akan hasil jerih payah mereka yang dilakukan selama musim kompetisi ini.

Pada partai terakhir, Manchester City berhasil mengoleksi 86 point yang tak bisa terkejar oleh Liverpool yang pada saat itu juga berhasil mengalahkan Newcastle United dengan skor 2-1. Liverpool berada di peringkat kedua dengan mengoleksi 84 point sedangkan Chelsea berada di peringkat ketiga dengan raihan 82 point.

Sejak babak pertama antara Manchester City -vs- West Ham, aroma pesta juara untuk City sudah mulai tercium kemudian diawali oleh tendangan keras Samir Nasri dari luar kotak pinalty berhasil menembus pertahanan West Ham dan menjebol gawang yang dijaga oleh Adrian. Serangan – serangan yang dilancarkan oleh City tidak kendor di babak kedua, bahkan Vincent Kompany dengan sontekannya di depan gawang West Ham telah berhasil menjauhkan keunggulan City dan sampai babak berakhir skor masih 2-0 untuk kemenangkan Manchester City.

Dengan hasil tersebut, untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir ini di Liga Premier Inggris, Manchester City sukses meraih gelar juara Liga Inggris 2013-2014. Keberhasilan ini sekaligus melengkapi gelar piala Liga yang mereka raih pada bulan Maret lalu dan juga mempercantik debut sang manager Manuel Pellegrini musim ini di Manchester City.

Dari rentetan sejarah Liga Inggris musim 2013-2014, Agen Bola Terpercaya Ligatop.com membuat rangkuman tentang perjalanan The Citizens selama musim ini. Setidaknya ada lima poin penting yang membuat Manchester City layak menjadi juara dan berhasil meraih gelar English Premier League musim 2013-2014. Apakah karena pendanaan yang kuat, sehingga Manchester City mampu mendatangkan pemain – pemain kelas dunia ataukah karena Liverpool gagal meraih kemenangan saat berhadapan dengan Chelsea? Mari kita simak hasil rangkuman dari Agen Bola Terpercaya Ligatop.com berikut ini:

1. Permainan Atraktif
Dari catatan yang berhasil dihimpun tercatat The Citizens mampu mencetak 102 gol selama musim ini. Hasil ini belum termasuk laga di piala Liga, Liga Champions dan piala FA. Jika semua dijumlahkan, Manchester City berhasil mengkoleksi 156 gol. Banyaknya jumlah gol ini disebabkan karena permainan atraktif dari City, maka tak heran jika pada waktu berhadapan dengan Arsenal, Manchester City mampu melibas Arsenal dengan skor 6-3.

Tidak hanya Arsenal yang terkena tajamnya daya gedor The Cityzens, tim papan atas seperti Tottenham Hotspur juga berhasil dilibas tidak tanggung – tanggung dengan skor 6-0 dan 5-1, selain itu Manchester United rival sekotanya juga dihantam dengan skor 4-1 dan 3-0. Apa yang dikatakan oleh pelatih Manuel Pellegrini menjadi terbukti, “Kami akan selalu menampilkan permainan indah dan atraktif, tidak hanya sekedar mampu bertahan dengan mengandalkan serangan balik, tapi kami akan selalu berpikir untuk mencetak gol lebih banyak lagi.”

2. Peran Manuel Pellegrini dan Yaya Toure
Sosok penting yang ada di tubuh Manchester City adalah peran dari pelatihnya sendiri yaitu Manuel Pellegrini, pria asal Chile yang sukses menggabungkan dan mengombinasikan antara pemain lama dengan lima pemain baru yang kurang lebih bernilai 116 juta Euro. Banyak contoh klub yang kaya raya tidak berhasil atau gagal mengombinasikan pemain lama dengan pemain baru, mereka tidak bisa bekerja sama dengan baik dan lebih cenderung bermain invidu untuk menunjukkan skilnya masing – masing.

Sedangkan gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure memiliki peran yang vital di lapangan hijau. Yaya selalu tampil prima di setiap laga dan sepanjang musim. Yaya Toure bermain dengan menunjukkan kelasnya sebagai pemain dunia. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya mencetak 20 gol sepanjang musim dan menjadi top skor di klubnya walaupun posisinya sebagai gelandang.

Catatan Agen Bola Terpercaya juga menunjukkan Yaya Toure mampu mencetak gol dari sudut sempit maupun jarak jauh, penembak jitu tendangan pinalty dan tendangan bebas. Selain itu umpan – umpan akurat yang dilancarkan gelandang ini sering memudahkan pasukan Pellegrini dalam menjalankan tugasnya dan tercatat ada sembilan assist berhasil dibukukan. Umpan yang dilancarkan pemain berusia 30 tahun itu terkenal akurat dan sulit ditebak lawan saat Yaya Toure memimpin serangan.

3. Keangkeran Etihad Stadium
Faktor tuan rumah bertambah semakin angker setiap tahunnya, gelontoran ratusan juta Euro untuk membeli pemain kelas dunia membuat Etihad Stadium selalu ramai dikunjungi penggemar setianya setiap akhir pekan. Di tambah berbagai prestasi yang berhasil City tunjukkan kepada dunia, menjadikan antusias para pendukungnya semakin kuat.

Tidak heran jika The Cityzens berhasil membuat prestasi sebagai tim yang terbaik bermain di kandang sendiri, musim ini di English Premier League Manchester City mencatat berhasil membobol 63 gol ke gawang lawan dan hanya kebobolan 13 gol.

4. Cepat Bangkit dan Belajar Dari KesalahanPada awal kompetisi Liga Inggris, Manchester City sempat terseok – seok dan pernah menjadi penghuni peringkat tujuh klasemen sementara. Banyak pengamat sepak bola sempat ragu akan kemampuan The Cityzens bersaing di papan atas Liga Inggris. Jika dilihat dari catatan sejarahnya, semua kekalahannya itu didapat dari performa laga tandang yang sangat buruk di awal musim Liga Inggris. Manchester City hanya mampu meraih satu kemenangan dari enam laga tandang pertama mereka di English Premier League.

Manuel Pellegrini sebagai orang yang paling bertanggung jawab akan performa tim, segera mengkoreksi lini pertahanan dan pembenahan pun segera dilakukan. Bahkan pada waktu itu Manuel Pellegrini berani mengambil keputusan kontroversial dengan membangku cadangkan kiper nomor satu tim nasional Inggris, Joe Hart. Walaupun sempat dicecar dan mendapat kritikan pedas, Pellegrini tetap memegang teguh pendiriannya.

Kemudian posisi kiper utama The Cityzens digantikan oleh Costel Pantilimon selama beberapa pekan, hal ini membuat Joe Hart dan kawan – kawan menjadi terpacu semangatnya untuk memperbaiki performanya di lapangan. Keputusan dan strategi management dari Manuel Pellegrini mulai menunjukkan hasil dari minggu ke minggu.

Pasukan Pellegrini terus mengalami peningkatan kinerja dan performanya, hingga pada akhirnya mereka sukses meraih gelar juara English Premier League di akhir musim. Ini semua berkat kerja sama dan kerja keras dari keseluruhan tim Manchester City untuk cepat memperbaiki kelemahannya di awal musim.

5. Liverpool Terpeleset 
Faktor ini juga tak kalah pentingnya bagi Manchester City dalam penentuan gelar juara Liga Inggris. Di awali dari awal musim, Arsenal mampu memimpin klasemen sementara, namun menjelang akhir tahun performa Arsenal terus menurun. Pergantian tahun berikutnya Arsenal berhasil digeser oleh Chelsea yang pada saat itu kembali diunggulkan menjadi juara Liga Inggris sejak kembalinya Jose Mourinho.

Namun menjelang akhir musim Liga Inggris, performa The Blues cenderung menurun walaupun mempunyai catatan bagus saat melawan tim – tim papan atas. Yang membuat publik tercengang adalah kekalahan Chelsea melawan tim – tim papan tengah seperti Crystal Palace, Aston Villa dan Sunderland. Hingga akhirnya Liverpool berhasil menggeser Chelsea dari puncak klasemen sementara.

Namun seperti halnya dengan nasib Arsenal dan Chelsea, Liverpool pun tampil tidak konsisten pada laga yang tersisa di akhir musim. Setelah sempat mengalahkan Manchester City di Anfield dengan skor 3-2, Liverpool juga mengalami penurunan kinerja. Hal itu diawali dengan terpelesetnya sang kapten Steven Gerrard saat akan mengeksekusi tendangan pinalty ke gawang Chelsea yang berakhir dengan hasil seri.

Kemudian penurunan performa Liverpool berkelanjutan pada saat Liverpool melawan Cristal Palace, secara mengejutkan Palace berhasil mengejar ketinggalan setelah Liverpool sempat unggul lebih dulu dengan skor 3-0 sampai dengan menit ke 80. Palace akhirnya berhasil merubah kedudukan menjadi 3-3. Terpelesetnya Liverpool ini dimanfaatkan dengan baik oleh Manchester City untuk merebut singgasana puncak klasement pada akhir ditutupnya musim kompetisi Liga Inggris 2013 – 2014. (RN)

Komentar