Bandar Bola Kalimantan - Pep Marah Kepada Ball Boy | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew
Selamat Datang di Ligatop.com
Apabila Anda membutuhkan Bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas

Bandar Bola Kalimantan – Pep Marah Kepada Ball Boy

Bandar Bola Kalimantan – Kemarahan daripada Pep Guardiola terlihat tidak terbendung ketika bermain melawan Crystal Palace.

City sukses membuat lawannya tersebut tersungkur dengan angka akhir senilai 0-5 ketika berhadapan dengan lawannya tersbut di kandang mereka sendiri. Dalam laga yang berlangsung tanggal 23 September 2017 tersebut diketahu bahwa Man City terlebih dahulu membuat keunggulan melaui Leory Sane kemudian menelurkan empat gol ketika berada pada babak II lewat Raheem Sterling yang menelurkan 2 angka. Kemudian diakhiri dengan Sergio Aguero serta Fabian Deph sebagaimana hal ini dilansirkan.

Walau pun permainan yang disajikan oleh City memang terlihat begitu dominan akan tetapi Pep sepertinya kurang begitu puas dengan apa yang terjadi kepada tim nya ketika berada pada babak I. Dengan fakta bhawa dominasi mereka baru berhasil menelurkan angka di jelang paruh awal usai cuma menjadi alasan yang baik kenapa sang manajer yang merupakan eks Barcelona tersebut merasa kesal.

Akhiran ini diketahui lah apa yang membuat pria yang merupakan Catalans tersebut erlihat begitu greget ketika berada pada babak pertama. Diakui oleh nya bahwa dia tidak begitu puas dengan bagaimana cara tim nya memberikan liran bola. Dinilainya hal tersebut berjalan dengan sangat lambat. Hal yang membuatnya semakin kesal adalah lantaran dirinya melihat kalau ball boy gerakannya terlalu lama ketika bola sedang berada di luar lapangan. Hal ini adalah lansiran yang dilakukan oleh pewarta Bandar Bola Kalimantan Terbesar.

Oleh karena itu pada sebuah titik dia kemudian memebrikan panggilan kepada ball boy kemudian memberikan dirinya sebuah intruksi atau panduan. Dia bahkan sempat membuat sang bocah ball boy tersebut tampak seperti seorang pemain pengganti yang telah dipreparasi oleh Guardiola.

“Apa bila kalian melakukan analisis terhadap apa yang kami perbuat pada tiga puluh menit awal dalam babak awal maka anda mungkin bisa mengungkapkan kalau permainan kami berada dalam posisi yang kurang siap. Apa lagi untuk persaingan memperebutkan klasemen level atas.” ketrerangan Guardiola ketika sedang berbicara bersama dengan pewarta kami yang bertugasu ntuk memberikan sesi tanya jawab terhadap dirinya.

“Memang tidak dapat dipungkiri kalau ball boy tidak bekerja dengan maksimal ketika itu. Bahkan para pemain kami pun demikian. Namun demikian ketika berada pada babak II kami kemudian terlihat jauh lebih siap karena saya telah memberikan instruksi kepada para pemain untuk tidak mengulangi algi apa yang terjadi pada babak pertama.” jelas eks pelatih Bayern Munich tersebut menambahkan kepada kami.

Emosi dari padap ria yang berkepala plontos tersebut mencapai puncaknya ketika peluit tanda selsainya babak awal. Kekesalan tersebut dia lakukan ketika berada pada bangku cadangan dan ia kemudian menendang itu dengan sangat kuat dengan menggunakan kaki kanan.

Pada saat ditanyakan mengenai kejadian itu, Pep kemudian mengelak dengan memberikan gurauan kepada dirinya. Akan tetapi singkat kata dia merasa tidak puas. Prua yang berumur empat puluh enam tahun tersebut tetap berada pada tepi lapangan namun demikian memang tidak bisa dipungkiri karena dia merasa gregetan.

“Hal tersebut adalah karena saya tidak suka dengan keadaan bench.” papar Guardila dengan nada seloroh ketika sedang berbicara dengan wartawan yang menanyakan pertanyaan terhadap dirinya.

Sementara itu permainan dari pada rival sekota mereka Manchester United tidak begitu impresif. Walau pun mereka sukses mendapatkan kemenangan dari Soton akan tetapi diakui bahwa permainan Setan Merah tidak terlalu bagus dalam pertemuan kali ini.

Ketika menjalani laga yang berlangsung di St Mary tanggal 23 September 2017 tersebut Manchester United sukses mendapatkan kemenangan dari SOton dengan angka akhir 0-1. Gol yang dilakukan oleh Red Devils dilakukan melalui Romelu Lukaku ketika pertandingan telah berjalan selama 20 menit lamanya.

Pada saat berada pada babak II United kemudian dibuat Soton bermain di belakang bola. Jose Mourinho melihat hal ini dan kemudian terpaksa dan harus memainkan posisi dengan menggunakan lima buah bek demi bsia mendapatkan 3 poin dalam pertemuan ini.

Arthur Albiston yang merupakan mantan pemain Setan Merah memberikan penilaian bahwa permainan tim United memang tidak bisa terus memberikan hiburan dengan menelurkan banyak angka. Mengenai apa yang dilakukan oleh pelatih dia mengatakan kalau Mourinho telah melakukan keputusan yang tepat.

“Ketika andam elihat ke balakng tepatnya di bulan Mei dan April maka anda akan mengungkapkan kalau 1 poin pun akan bernilai sangat besar. Bisa jadi ini adalah 3 poin yang sangat berharga yang bisa kami dapatkan sepanjang musim ini.” jelas ALbiston seerpti tertulis langsung dalam lansiran yang dibuat kan oleh Bandar Bola Kalimantan Terbesar.

“Bertahan adalah opsi terbaik yang kami milki supaya bisa mendapatkan peluang. Soton sendiri telah mengeluarkan segala kemampuan ketika berada pada babak II. Untung saja tidak ada gol yang tercipta.

“Tidak seluruh laga adalah sesuatu yang menarik untuk disaksikan akan tetapi apa yang kalian lihat di sini adalah kami telah bertahan dengan baik demi bisa menyimpan 3 poin ini.” jelasnya menambahkan sekaligus juga mengakhiri kepada kami.

Di sisi yang lain Juergen Klopp memberikan ketegasan kalau Liverpool tidak harus selalu menampilkan permainan yang indah untuk bisa meraih kemenangan. Sebabnya adalah karena tim nya bukan lah Harlem Globetrotters.

Sudah sekiranya 1 bulan lamanya The Reds belum lagi mendapatkan kemenanga. Terakhir kali mereka berhasil melakukan hal tersebut adalah ketika membuat Arsenal bertekuk lutut di kandang mereka dengan angka akhir 0-4. Itu pun adalah di bulan Agustus yang silam. Usai itu merekam endapatkan hasil seri serta 2 kali kekalahan dalam seluruh turnamen yang mereka mainkan.

Urutan hasil yang mengecewakan tersebut akhirnya berhasil dipecahkan juga pada tanggal 23 September yang lalu ketika mereka menundukkan Leicester dengan skora khir 2-3 ketika bermain di King Power Stadium.

Tiga gol dilesakkan oleh Merah dalam pertandingan itu dan pembuah gol nya memiliki wajah yang berbeda yakni Philippe Coutinho, Mohamed Salah serta jordan Henderson. Di samping itu 2 gol balasan yang dibuat oleh The Foxes terbuahkan oleh Jamie Vardy serta Shinji Okazaki.

Kemengan nitu bisa dibilang sama sekali tidak lepas dari pada peran penjaga gawang mereka Simon Mignolet yang bermain dengan apik di bawah mistar gawang. Dia bahkan sukses menepis tembakan penalti yang dilakukan oleh Vardy ketika berada di babak II. Bila saja itu menjadi gol maka kemungkinan besar Liverpool akan berakhir dengan skor seri lagi 3-3.

Singkat kata pada akhir pertandingan sang manajer memberikan penjelasan bahwa permainan indah tidak selalu menjadi sebuah hal utama untuk mendapatkan kemenangan dalam sebuah pertandingan. ALasan kenapa ia mengungkapkan hal ini adalah karena tim nya bukan lah seorang Globetrotters yang hampir selalu menyajikan permainan yang berunsur hiburan untuk penontonnya.

Globetrotters sendiri merupakan tim basket yang memadukan kehebatan mereka dalam sirkus, individu dan komedi demi menghibur penonton dalam setiap permainan yang mereka mainkan. Tim itu sudah terbentuk dari tahun 1928 yang silam.

“Tentu saya mengetahui benar mengenai tekanan yang dirasakan. Hal tersebut saya raskan hampir di sepanjang karir saya lantaran ada beberapa alasan berbeda. Ketika yang anda rasakan itu adalah tekanan yang tepat maka itu sebenarnya memberikan bantuan kepada anda. Oleh karena itu dari sini kalian semua bisa menarik kesimpulan bahwa apa yang kalian lakukan tidak lah sepenuhnya memiliki makna untuk memberikan kalian kekalahan. Apa bila itu sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehat maka hal tersebut tidak lah membatntu. Dan tentang hal ini saya harus mengakui bahwa saya adalah orang yang ahli dalam mengubah tekanan menjadi sebuah aliran energi yang positif untuk kami.” pemaparan dari pada Klopp ketika menjawab pertanyaan dari pada Bandar Bola Kalimantan Barat.

“Anda tentu saja bisa membayangkan betapa tim ini ingin sekali mendapatkan kesuksesan. Kualitasy ang kami miliki kami ketahui dengan sangat. Dan mengenai apa yang sudah kami miliki ini maka kami harus bisa bertanggung jawab penuh demi bisa mendapatkan kesuksesan dan tentang hal ini saya mengakui bahwa saya tahu benar.” tegas pria yang berdarah Jerman tersebut.

“Saya mengungkapkan sebelum laga kalau kami bukan lah tim Globertrotters. Alasan kenapa kami turun ke lapangan tidak semata untuk terus menghibur penonton. Terkadang bermain pintara dalah apa yang kami lakukan sekali pun itu tidak memberikan unsur kesenangan kepada para supporter kami.” jelasnya menuturkan.

“Saya sendiri sangat suka melihat bagaimana kami melakukan perjuangan untuk bisa mendapatkan hal ini. Usai melewatkan beberapa laga tanpa ada hasilnya atau mungkin hasilnya tidak esuai dengan apa yang kami inginkan maka yang harus dilakukan adalah bagi kami untuk terus berjuang.” papar Klopp mengakhiir.

Sekarang ini Liverpool berada pada peringkat lima pada peringkat klasemen sementara di mana sudah ada 11 poin yang diadptkan dari total enam kali bertanding. Ada ketinggalan selebar liam poin dari kubu City dan United yang berada pada puncak klasemen untuk sekarang ini.

Di Serie A, sebanyak 2 angka dibuahkan oleh Paulo Dybala ketika Juventus berhasil mendapatkan kemenangan dalam pertandingan kontra Torino. Striker muda yang berdarah Argentina tersebut berhasil melanjutkan start nya yang mengesankan pada awal musim ini.

Dybala memberikna 2 dari total empat gol yang diberikan oleh Juventus ketika mereka mengalahkan Torino dengan angka akhir 0-4 ketika bermain di Stadium Allianz tanggal 24 September 2017 yang silam. Torehan tersebut seperti memberikan lanjutan terhadap alinra gol yang tercipta dari kakinya di dalam enam pekan yang telah berlangsung di Serie A sampai dengan sekarang ini.

Selama berada dalam periode itu pemain yang berumur 23 tahun tersebut telah berahsil menelurkan 10 angka. Dybala sama sekali belum pernah absen menelurkan angka kecuali ketika dia berhadapan dengan Fiorentina di pekan kelima yang silam.

Dia sukses menelurkan 1 gol ek gawang milik Chievo Vernoa dan Cagliari. Akan tetapi dia menelurkan hat trick ke gawng milik Sassuolo dan juga Genoa. Sepuluh gol nya tersebut yang membuat Juventus harus melakukan persaingan ketat bersama dengan i Partenopei di puncak klasemen di mana mereka sama-sama memiliki delapan belas poin di genggaman.

Dybala sekarang ini memimpin dalam pencetakan gol paling banyak yng dibuahkan di liga dari Mauro Icardi, Edin Dzeko, Ciro Immobile serta Dries Mertens yang menelurkan enam gol. Akan tetapi Dybala memberikan ketegasan kalau fokusnya sekarang ini hanya lah untuk membuat Juventus mendaaptakn trofi=trofi secara khusus tampil dalam 3 pertandingan final dan mendapatkan treble untuk pertama kali setelah sebelumnya mengalami kegagalan di musim kemarin.

“Sekarang ini saya sendang berada dalam bentuk kinerja terbaikku sebaagai seorang pemain dan menurut saya ini adalah sesuatu yang luar biasa. Untuk sekarang ini tim luar biasa membantu saya dalam membuat perkembangan dalam permainan. Kami juga menyajikan permainan yang luar biasa atraktif dan menarik untuk ditonton oleh banyak orang. Akan tetapi musim sekarang ini barusan dimulai saja. Oleh karena itu sekarang ini kami harus terus seperti ini dulu.” papar Dybala seperti berhasil diterangkan dalam tulisan yang berhasil dibuat oleh Taruhan Bandar Bola Kalimantan.

“Memang benar bahwa dengan banyaknya gol-gol yang kami telurkan sekarang ini adalah hal yang luar biasa. Akan tetapi yang tidak kalah penting dari pada hal tersebut adalah untuk memenangkan gelar-gelar bersama dengan tim. Kami sekarang ini ingin terus melaju lebih jauh lagi dalam tiga turnamen walau pun sebenarnya kami juga ingin mengubah ending terhadap hal tersebut.” jelasnya mengimbuhkan seperti tertulis langsung oleh media.

“Sebenarnya apa yang telah kami lakukan sejauh ini bisa dibilang sangat lah luar biasa. Memang benar sekali bahwa apa yang saya lakukan itu adalah untuk gol pribadi akan tetapi mengenai hal tersebut sebenarnay sya tidak terlalu peduli selama kami bisa mendapatkan trofi banyak. Kemenangan dari pada tim sendiri jauh lebih penting dari pada rekor individu yang saya lakukan.” ketegasannya mengakhiri sesuai dengan penjelasan yang dilakukan langsung oleh tim penulis kami dalam kesempatan tertutup bersama dengan Bandar Bola Madura. (RB)

Related Post

Bandar Bola Semarang – Apakah Monaco Cukup K... Bandar Bola Semarang - Didier Deschampns memberikan penilaian kalau Monaco sangat kuat. Akan tetapi di Liga Champions bagaimana? Undian pada semi f...
Berita Bandar Bola – Kemenangan Madrid Teras... Berita Bandar Bola - Real Madrid harus memainkan pertandingan super sengit bernama Atletico sebelum membuat karcis ke final Champions. Madrid menja...
Bandar Bola Bali – Supaya De Gea Kerasan Bandar Bola Bali - Gegara Madrid, Manchester United tidak tenang mengenai kipernya David De Gea. Beberapa kali disebutkan kalau De Gea merupakan sa...
Bandar Bola Surabaya – Pep Kembangkan Mental... Bandar Bola Surabaya -  Leroy Sane merasa beruntung bermain di City karena dia kini dilatih oleh Pep Guardiola. Sane membuktikan kalau dirinya suks...

9 Comments

  1. Baratum - September 28, 2017

    5 tahun Lagi Ball Boy itu akan jadi pemain City. untuk menggantikan Sterling 😀

  2. Agustinus - September 28, 2017

    Nahhh gitu dong harus ekspresif kalo jadi menejer di EPL

  3. Sukardi - September 28, 2017

    Untung kursinya ngak patah tuh? 😀 😀 😀

  4. Yosa Hadiraharja - September 28, 2017

    Kok Pep ngak dikasih kartu merah ya?

Komentar