Bandar Sbobet Paling Oke - Leicester Sudah Berjuang Keras | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew
Selamat Datang di Ligatop.com
Apabila Anda membutuhkan Bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas

Bandar Sbobet Paling Oke – Leicester Sudah Berjuang Keras

Bandar Sbobet Paling OkeBandar Sbobet Paling Oke – Biar pun bermain dengan jelek, tapi tetap saja Leicester dibilang menampilakn mentalitas seorang juarawan.

Leicester berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor kecil 0-1 ketika menjadi tuan rumah atas Southampton yang bertandang ke kandang mereka yakni King Power Stadium dalam pertandingan yang berlangsung malam tanggal 3 April 2016 tersebut dan mereka sukses membuat gol semata wayang dalam pertandingan tersebut melalui Wes Morgan. Walau pun memetik kemenangan, namun sebenarnya laga itu sendiri bisa dikatakan tidak berlangsungdengan mudah untuk pasukan Claudio Ranieri. Berikut di bawah ini adalah penjelasan yang ingin kami paparkan.

Secara keseluruhan bisa dikatakan kalau kubu lawan lebih banyak memiliki dominasi bola selama pertandingan berlagnsung di mana mereka berhasil mengiasai bola sampai dengan lima puluh empat persen sebgaimana hal ini tercatat oleh Situs Bandar Sbobet Paling Oke di Indonesia. Namun demikian Leicester memiliki total percobaan yang lebih banyak dibandingkan dengan lawan nya yang satu ini.

Dituliskan kalau tim asuhan Ranieri berhasil melakukan 11 upaya dengan empat bola mereka on goal. SEmentara itu Soton yang punya 1 upaya lebih sedikit cuma memiliki 2 bola yang mengancam gawang lawannya tersebut.

Di samping itu, kemenangan ini juga sebenarnya memiliki adanya unsur keberuntungan karena danny Simpson terkena pantauan dari wasit melakukan aksi hand ball di dalam kotak penalti. Namun demikian wasit sendiri tidak memberikan penalti kepada Soton mengenai hal ini.

Dengan kemenangan tipis ini mereka pada aakhirnya sukses membuat Leicester sekarang ini lebih mendekati kepada tanga juara. Sekarnag ini mereka berada pada klasemen tingkat atas di mana mereka berhasil unggul tujuh angka dari TOttenham Hotspur yang sementara waktu ini berada pada urutan kedua yang padahal sebelumnya mereka hanyab ermain seri ketika melawan Liverpoll dulu.

Mantan penjaga gawang dari pada Manchester United dan sekaligus juga merupakan eks pemain tim nasional Denmark yang bernama Peter Schmeichel memberikan tanggapan atas pertandingan hari itu. Diungkapkannya kepada Bandar Sbobet Paling Oke di Dunia bahwa Leicester telah berhasil mengatasi tekanan sebagai klub yang berada dalam jalur sebagai juara di mana mereka sukses memilki keunggulan sebesar tujuh poin dari kubu Tottenham Hotspur yang sementara waktu ini berada pada urutan kedua klasemen. Sebelumnya tim asuhan Mauricio Pochettino tersebut hanya bermain dengan skor seri melawan Liverpool dengan angka akhir 1-1.

Apa bila ditilik dengan lebih mendetail, di dalam enam pertandingan belakangan ini Leicester hanya 1 kali saja tidak berhasil mendapatkan kemenangan dan itu adalah ketika mereka ditahan dengan skor seri oleh West Bromwich Albion. Sementara itu lima kemenangan berhasil mereka dapatkan dalam kurun waktu ini di dapatkan oleh mereka cuma dengan skora khir 0-1.

“Saya harus katakan bahwa sama sekali tidak ada keraguan kalau ini bakaklan menjadi sesuatu yang sangat sulit utnuk dilihat oleh orang-orang. Sehubungan dengan Spurs memiliki 1 poin dari Liverpool dan mereka semakin dekat kini dengan jarak selebar empat poin, maka untuk masuk ke atas panggung berumput mereka memiliki keunggulan tujuh poin di mana mereka memiliki kesempatan lebih besar sehubungan dengan tinggal enam pertandingan yang bersisa.” jelas Schmeichel mengungkapkan lebih lanjut lagi kepada kami.

“Sebenarnya mereka tidak bermain dengan baik. Seperti yang sudah diungkapkan oleh Wes Morgan sbelumya, mereka memiliki pertahanan yang oke. Namun demikian penyerangan yang mereka sajikan dalam laga kali ini tidak lah sebaik yang sebelum-sebelumnya. Bahkan mereka berhasil menciptakan angka karena sebuah keberuntungan semata.” jelasnya mengungkapkan pernyataan lebih lanjut.

“Namun demikian biar bagaimana pun, kemenangan tetap lah adalah kemenangan dan mereka berada dalam jalur untuk menjadi juara. Anda mungkin bisa tidak bermain dengan baik. Tapi skor 1-0 saja sudah cukup untuk membuat mereka mendapatkan tiga poin yang membuat langkah mereka kini tetap terjaga di karpet menuju gelar juara Liga Primer musim ini.” lugasnya dikutip oleh Bandar Sbobet Paling Oke Sedunia.

Pada lain sisi, Ronaldo Koeman yang merupakan manajer dari Southampton malah mengungkapkan kalau dirinya merasa kecewa kaerna kekalahan dari The Foxes ini. Bukannya apa, akan tetapi karena ada terjadi 2 handball yang diacuhkan oleh hakim lapangan.

Southampton sendiri memang terlihat cukup kesulitan untuk mengeksplorasi permaiannnya ketika berada di ats lapangan. Barisan pertahanan mereka terlihat memang sulit menangani permainan lini depan dari pada Leicester yang begitu adaptif dalam melakukan seraganan. Apa lagi lini tengah mereka kurang determinan. Sebenarnya mereka memmiliki beberapa kesempatan yang cukup. Sayangnya mereka tidak berhasil memaksimalkan hal tersebut dengan baik sehingga mereka pun gagal membuat gol dalam laga ini.

Salah satu kans terbaik untuk mereka diperoleh Sadio Mane di saat pertandingan berjalan selama 32 mwenit. Saat itu Mane yang berhasil melewati penjagaan dari pada Danny Simpson ebenarnya tinggal 1 on1 dengan Schmeichel yang menjaga mistar gawang Leicester akan tetapi karena terlalu lama untuk menembak bola, tembakan loop Mane kemudian mendapatkan halauan daripada Simpson yang memiliki kecepatan cepat untuk menghalaua arah tembak bola.

Yang menjadi sebauh tanda tanya besar di dalam kejadian tersebut adlah kenapa Michael Oliver yang merupakan wasit daripada pertandingan tersebut tidak memberikan aksi penalti kepada pihak Soton padahal jelas-jelas kalau dilihat dari kamera sebenarnya Simpson melakukan handball.

Di samping itu pemain Soton juga tidak melakukan portes dan mereka cuma mendpakan tendanan corner kick setelah itu.

Handball yang dilakukan oleh RObert Huth yang merupakan bek tengah dari pada Leicester hasil tendangan Charlie austian memang langsung mengenai tangan kiri, akan tetapi sekali lagi tidak ada pelanggaran yang digubris ketika itu.

Melihat kedua hal ini lah kemudian Koeman pun tarik urat.

“Saya harus katakan kalau ini merupakan kali ketiganya hakim lapangan tidak memberikan respon terhadap sebuah handball. Padahal dengan jelas semua orang bisa melihat kalau kejadian itu merupakan sebuah pelanggaran mutlak di dalam sepak bola. Yang pertama kali adalah ketika kami berhadapan dengan Stoke dan sudah barang jelas bahwa itu merupakan sebuah hal yang berbau penalti. Kemudian di dalam pertandingan kandang kontra Liverpool, hal tersebut juga merupakan penalti. Kemudian hari ini, dan seharusnya kami bisa saja menang apa bila 2 penalti itu datang kepada kami.” tegas Koeman dengan nada yang agak tidak puas ketika sedang berwawancara bersama dengan Taruhan Bandar Sbobet Paling Oke.

Dengan kemenangan dari Soton maka sekarang ini mereka punya jarak selisih selebar tujuh angka dari Spurs yang berada di peringkat 2 sekarang ini.

Sementara itu di Serie A, yang sekarang ini sedang terjadi dan sering kali ditanyakan oleh orang-orang adalah mengenai apakah Napoli sudah menyerah untuk mengejar selisih poin mereka dengan Juventus?

Kita semua tentu saja masih mengingat masa-masa di mana Napoli sedang berada di puncak klasemen sendiri tanpa ada pesaing yang bisa mengejar mereka. Sekarang ini sepertinya mereka mulai kehilangan motivasi untuk melakukan hal tersebut, bahkan sudah tertinggal cukup jauh dari Juventus yang sudah membalap takhta mereka di peringkat paling atas.

Hingga 24 pekan berjalan, Napoli terlihat begitu perkasa dengan mengenakan mahkota klasemennya di atas klasemen Serie A. Akan tetapi kekalahan mereka dari tim dengan julukan The Old Lady itu menjadi sebauh ‘turning point’ yang membuat mereka menjadi turun selangkah sementara saingannya itu malah menaik.

Hal ini kemudian membuat mereka menjadi tertendang ke peringkat dua dan sempat 2 kali mendapatkan hasil imbang secara berturut-turut ketika berhadapan dengan AC Milan dan Fiorentina yang membuat poin mereka kini menjadi terbentang selebar enam angka dari Si Nyonya Tua. Tentu saja hal ini membuat persaingan mereka menjadi semakin berat.

Akan tetapi 3 kemenangan mereka secara beruturt-turut berhasil membuat jarak mereka terpangkas jadi tinggal 3 angka saja sebelum pada akhirnya kekalahan mereka dari Udinese tanggal 3 April 2016 tersebut membuat mereka kembali jadi ketinggalan enam angka lagi.

Yang menjadi permasalahan adalah bahwa Juventus 1 hari sebelumnya berhasil mengalahkan Empoli dengan angka akhir 0-1. Dan kini sehubungan dengan liga cuma tinggal ada tujuh pekan lagi, maka kans juara bagi Juventus sudah barang tentu lebih besar dibandingkan dengan mereka.

Napoli memang sebenarnya secara matematis masih memiliki kans untuk menyualip posisi daripada Juventus walau pun mereka sebenarnya juga masih benar-benar harus waspada terhadap klub AS Roma yang belakangan ini terlihat mulai menunjukkan rentetan permaian positif yang bisa jadi menjadi ancaman juga untuk mereka. Sementara waktu ini i Lupi berada pada peringkat ketiga dengan jarak cuma empat poin saja.

Mengenai hal ini kemudian Sarri pun berbicara mengenai persoalan juara tersebut.

“Kami benar-benar sedang berada dalam keadaan di mana kami harus mampu mengatasi rasa kesal serta kecewa ini. Sudah barang tentu bahwa sekarang ini kami diselimuti dengan amarah besar. Namun demikian hal ini tidak boleh terus berkelanjutan. Semuanya harus bisa kami selesaikan dengan kepala dingin.” jelas Sarri.

“Tekanan memang selalu ada. Masalah setiap hari selalu muncul. Namun kami selalu menganggapnya sebagai sebuah tantangan.” ujarnya menutup pembicaraan.

Kekalahan dari Udinese tersebut juga sekaligus memunculkan kartu merah untuk pemain andalan mereka Gonzalo Higuain. Keputusan itu bisa dibilang memiliki bau yang begitu emosional pekat. Hal ini pun kemudian langsung mendapatkan kritikan keras dari sang pelatih mereka Sarri yang mengugnkapkan bahwa pria yang berasal dari Argentina tersebut diperlaukan tidak adil oleh hakim lapangan.

Kartu merah itu sendiri merupakan sesuatu yang diberikan oleh wasit setelah Higuain lepas kendali setelah melakuakn sengkatan keras kepada Felipe yang sedang menjaganya.

Higuain sendiri bahkan dikabarkan tidak bisa menerima keputusan tersebut dengan baik dan kemudian seperti melakukan aksi protes keras kepada hakim lapangan. Bahkan karena hal ini Higuain harus dituntun oleh temannya untuk dibawa ke ruang ganti untuk keluar dari lapangan.

Sarri sendiri pada akhirnya juga dikeluarkan oleh wasit dari lapangan karena protesnya tidak kalah keras dari Higuain. Dia mengungkapkan bahwa Higuain diperlaukan dengan cara yang tidak adil. Di samping itu ia juga memberikan pembelaan terhadap anak besutannya yang satu itu karena melakukan protes terhadap apa yang ia lakukan.

“Seperti yang anda semua ketahui bahwa Gonzalo Higuain adalah orang yang sangat sedikit bermasalah di atas lapangan bahkan hampir tidak pernah. Apa yang ia lakukan hari ini mengandung sebah unsur ketidaksengajaan dan saya yakin semua orangp asti akan tahu benar kan hal tersebut. Namun demikian menurut saya wasit pada hari ini bertindak tidak terlalu adil dengan mengeluarkan kartu merah secara langsung tanpa pertimbangan yang benar-benar matang atas apa yang ia lakukan tersebut. Saya tahu bahwa mereka memang pada dasarnya memang sedang menjalankan tugas mereka untuk menjadi hakim lapangan. Akan tetapi karena kesalahan yang tidak disengaja seperti ini kemudian ia mengeluarkan kartu merah, menurtu saya itu adalah seusatu yang tidak masuk di nalar. Pada intinya saya sendiri sama sekali tidak setuju dengan keputusan yang ia keluarkan karena dia (sang wasit) tidak memikirkannya dengan kepala dingin terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.” tegasnya menutup percakapan bersama dengan kami.

“Menurutku sekarang ini Liga Italia memang lebih buruk dibandingkan dengan sebelumnya.  Saya pikir hal ini benar-benar harus ditindak lanjuti karena apa yang mereka lakukan ini sudah tidak lagi benar. Kualitas mereka tentang sepak bola Italia ini benar-benar harus segera ditingkatkan karena apa bial tidak maka kualitas sepak bola di sini akan kalah dari Liga yang lainnya dan para pemain luar pun mungkin akan mulai enggan untuk berdatangan ke sini. Semoga saja apa yang saya sampaikan ini bisa didengar oleh petinggi sepak bola Italia dan mereka mempertimbangkan suara yang berasal dari pikiran saya yang terdalam ini. Sudah barang tentu bahwa memberkan kartu merah sesuka hati dalam keadaan seperti ini merupakan hal yang benar-benar memiliki bau kontroversial dan mengubah jalannya pertandingan dengan begitu hebat. Tolong gubris hal ini karena saya merasa bahwa tim Napoli pada hari ini merasa dirugikan.” tegasnya mengakhiri seperti dilaporkan oleh Bandar Sbobet Terpercaya. (RB)

Related Post

Forum Bandar Betting – Medis Klub Diprotes M... Forum Bandar Betting - Mourinho terlihat melontarkan ocehan di sebuah sesi konferensi pers. Omelan itu diarahkan kepada tim medis. "Tidak bisa saya...
Agen Judi Online – Simpati Wenger Untuk Live... Agen Judi Online - Main gemilang di pertengahan kedua musim, Liverpool harus disalip mendekati akhir musim. Wenger turut menyampaikan simpatinya. P...
Bandar Betting Deposit – Harapan Tinggi Szcz... Bandar Betting Deposit - Bersama dengan AS Roma, Szczesnya mengharapkan agar Roma mematok target yang tinggi. Wojciech Szczesnya telah menjalankan ...
Situs Taruhan Togel – Menyoal Gaji Besar Ste... Situs Taruhan Togel - Saga transfer Sterling belum tuntas. Semua ini tidak lepas dari permasalahan permintaan gaji si pemain. Konon katanya Sterlin...

Komentar