Info Agen Taruhan - Soal Ibra, Milan Disindir | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew
Selamat Datang di Ligatop.com
Apabila Anda membutuhkan Bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas

Info Agen Taruhan – Soal Ibra, Milan Disindir

Info Agen Taruhan – Masih belum ketahuan Zlatan bakalan ke mana di jendela transfer ini. Tapi Milan dikatakan jadi tempatnya.

Ibrahimovic telah seratus persen dipastikan tidak akan melanjutkan karirnya bersama dengan Manchester United. Striker yang berasal dari Swedia tersebut bakalan segera genap berumur 36 tahun di awal bulan Oktober dan dia kini telah resmi dilepas oleh Setan Merah.

Hingga sekarang ini masih belum diketahui tentang di mana kah tempat ia akan bermain nantinya. Biar pun demikian Mino raiola selaku agen dari pada sang pemain yang terkait telah mengindikasikan kalau optimisme dari pada kliennya dan dia juga memberikan sindiran kepada pihak klub AC Milan. Raiola mengatakan bahwa direksi baru dari pada klub dengan nama lain ii Diavolo Rosso tersebut sekarang ini tidak memiliki kemapanan untuk melakukan proses negosiasi apa lagi dengan pemain yang memiliki level setinggi Ibrahimovic.

“Sekarang ini semua nya baik-baik saja dan tidak ada masalaah. Ada banyak sekali tawaran yang diarahkan kepada dirinya dan saya tahu betul tentang hal tersebut lantaran saya merupakan agen dari padanya.” ujar Raiola seperti yang berhasil diterangkan langsung kepada salah satu media Italia.

“Sudah barang tentu bahwa dia tidak akan melakukan kepindahan untuk bermain ke Italia apa lagi ke Napoli. Milan sendiri juga masih belum melakukan pergerakan atau pun menanyakan mengenai perkara dirinya. Sehubungan dengan Galliani sudah barang tentu dia akan berada di sana.” jelasnya menerangkan sehubungan dengan orang yang pernah beberapa tahun menjabat sebagai wakil presiden dari pada Rossoneri.

Hubungan Raiola sendiri dengan pihak klub tersebut akhiran ini memang terlihat kurang begitu cocok. Hal tersebut terjadi usai ada penawran kontrak baru dari Milan kepada kiper Gianluigi Donnarumma. Donnarumma adalah klien dari pada Raiola dan dia pernah menolak karena sang kiper berusia 18 tahun tersebut memang telah mengungkapkan dengan jelas bahwa dirinya sudah tidak ingin lagi bertahan di San Siro setelah kontraknya habis.

Kondisi pelik dari pada Donnarumma bersama dengan pihak klub tersebut mendapatkan komentar dari Giampiero Ventura yang bekerja sebagai manajer tim nasional Italia. Ventura sendiri mengungkapkan bahwa ia sangat berharap supaya persoalan tersebut bisa segera selesai.

Donnarumma memang sempat menyedot adanya perhatian yang luar biasa besar dan hal ini sudah terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini setelah dirinya mengungkapkan tidak ingin melakukan perpanjangan kontrak. Kpeutusan dari pada pria yang berumur 18 tahun tersebut seperti nya sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Dia menutup diri rapat-rapat terhadap kemungkinan untuk memperpanjang hubungan kerja sama bersama dengan ii Diavolo Rosso. Nah keputusan ini kemudian membuat sebagian besar dari para supporter mania Milan dikabarkan menjadi begitu kesal.

Donnarumma juga sering kali diangap merupakan seseorang yang mata duitan karena sempat melakukan penolakan terhadap penawran gaji sebesar 5 juta euro per tahun dari Milan. Beberapa klub raksasa seperti Real Madrid, Juventus serta Manchester United beberapa kali ini dikabarkan sedang terus mendapatkan update tentang kondisi Donnarumma di dalam klub tersebut.

Pihak klub Milan sendiri telah memberikan indikasi dengan jelas bahwa mereka tidak akan memasukkan nama Donnarumma ke dalam daftar jualnya. Biar demikian apa bila benar maka Milan harus bersiap untuk menghadapi posibilitas bahwa sang kiper muda tersebut akan pergi dengan status free transfer pada jendela transfer musim panas tahun yang akan datang nanti.

Sekarang ini Donarumma sedang berada bersama dengan negaranya untuk memperkuat tim nasional Italia versi U-21. Ventura menuturkan bahwa dia tidak ingin kondisi ini terus berlanjut terlalu panjang karena hal ini bakalan memberikan gangguan terhadap konsentrasi si pemain dalam permainannya.

“Saya sebenarnya kehabisan akal tentang apa yang harus saya katakan kepada Donnarumma nantinya? Dia sudah barang pasti harus menjadi seorang pemain, dia memiliki keahlian yang luar biasa dalam menjaga gawang. Memang sudah garis takdir nya begitu. Jarang sekali saya melihat seorang pemain telah begitu matang apa lagi di usianay seperti ini. Dia akan menjadi sebuah alat yang luar biasa di atas lapangan untuk menjaga mistar gawang kami.” papar Ventura seperti yang berhasil diterangkan langsung oleh Info Agen Taruhan Akurat.

Sementara itu kami juga tertarik untuk membahas mengenai salah satu pemain Chelsea. Sebelum kami membahas lebih lanjut, kami ingin mengungkapkan kalau Roberto di Matteo dinilai merupakan pengganti dari pada john terry dan dia memerlukan waktu untuk menjadi pemimpin dari pada Chelsea. Gary Cahill sudah barang tentu menatap tantngan yang begitu besar tentang apa yang akan terjadi ke depannya.

Terry menyudahi kebersamaannya 22 tahun bersama dengan klub The Blues. Pemain bek yang berumur 36 tahun tersebut telah genap memutuskan bahwa dia tidak akan melakukan perpanjangan kontraknya yang selesai pada bulan Juni 2017 tidak lagi diperpanjang oleh pihak klub maka dengan begitu maka dia pun memiliki status free agent atau bisa didatangkan tanpa harga transfer.

Semenjak musim kemarin Info Agen Taruhan Sbobet Indonesia melihat bahwa Terry tidak mendapatkan kesempatan reguler untuk bermain di tim inti klub. Dia gagal melakukan persaingan di bawah kepelatihan manajer baru Antoinio Conte. Dan dia pun tidak memperpanjang lagi kontraknya dengan klub.

Kini perannya sebagai kapten klub pun kemudian digantikan oleh Gary Cahill. Pemain yang beroperasi sebagai bek dan berumur 31 tahun tersebut diproyeksikan menjadi pemimpin dari pada para pemain di dalam setiap laga.

Walau pun sebenarnya sudah ada Cahill, Di Matteo juga tidak ingin memungkiri bahwa sosok seorang Terry sangat lah tidak tergantikan. PRia yang sukses menjadikan The Blues menang di Liga Champions tersebut mengungkapkan bahwa penggantinya memiliki cukup banyak syarat untuk bisa menjadi seorang Terry.

“Dia merupakan pemimpin yang luar biasa ketika berada di ruang ganti dan dirinya juga merupakan contoh untuk banyak sekali para pemain dan hal ini terkhusus ketika anda membicarakan mengenai pemain yang baru. Dia seperti mewakili bagaimana cara Chelsea merasa yang sesungguhnya.” ujar Di Matteo mencoba untuk mengekspresikan keadaan di Chelsea.

“Tapi akan ada waktu di mana dirinya harus mundur dan memberikan kesempatan bagi yang lain. Bakal butuh seseorang dengan kualitas yang bisa menggantikan dirinya. Dan kini waktu tersebut sepertinya telah datang. Sejujurnya saya sama sekali tidak yakin bahwa akan ada yang bisa melakukan hal luar biasa seperti itu. Tapi satu hal yang saya tahu bahwa sudah barang tentu Chelsea harus bisa mengambil keputusan untuk mengambil jabtan tersebut karena hal itu tidak lah terelakkan dan mereka diharuskan untuk melakukannya. Tidak ada pilihan untuk mereka. Itu adalah peran yang sangat penting oleh sebab itu lah mereka harus melakukan yang terbaik.” jelasnya menegaskan.

Cahill memang bermain dengan luar biasa pada musim kemarin dan hal tersebut sama sekali tidak lah bisa dipungkiri. Ia memiliki sebanyak 43 penampilan dan menelurkan delapan butir gol yang membuat Chelsea sukses jadi juara pada Liga Inggris. Oleh sebab itu yang menjadi pernyataan kini adalah apakah ia mampu untuk mengantikan peran dari Terry? Hal tersebut sampai dengan sekarang ini masih dinanti.

Kami juga merasa tertarik untuk membahas seorang striker Bayern Munchen yang bernama Robert Lewandowski yang terlihat benar-benar merasa kecewa setelah tidak berasil gelar top skorer di bundesliga. Hal ini memang tidak diungkapkan oleh sang pemain secara langsung namun demikian sang agen nya yang melakukan hal tersebut.

Dua kali secara berturut Lewandowski sukses menelurkan tiga puluh gol pada liga. Akan tetapi di dalam kemenangan tim nya dari Freiburg 4-1 di laga terakhir penyerang yang berasal dari Polandia tersebut tidak berhasil membobol gawang dari pada lawan walau pun diturunkan selama full time.

Dan hal ini membuat Lewandowski tidak sukses mendapatkan trofi berbentuk meriam tersebut untuk ketiga kali nya di dalam karir. Lewandwoski pun dipaksa harus mengakui kehebatan dari pada bomber Pierre Emerick Aubameyang yang menelurkan 31 gol.

“Roberto menuturkan kepadaku bahwa dia seperti tidak dapat dukungan dari manajer atau pun support dalam laga terakhir untuk menjadi top skorer di dalam tim.” jelas Maik Barthel yang merupakan agen dari pada sang pemain ketika melakukan pembicaraa empat mata bersama dengan Info Agen Taruhan Hari Ini.

“Kekecewaan tersirat dengan jelas di dalam wajahnya dan saya tidak akan menutup hal tersebut. Tidak pernah saya melihat dirinya merasa sekecewa itu di dalam berkarir. Harapannya adalah untuk pelatih dan tim memberikan empati untuk mendukung dia memenangkan gelar Torjagerkanone.” sambungnya.

Dan kekecewaan tersebut sebenarnya pernah diungkapkan langsung oleh si pemain. Eks striker Dortmund itu kurang mendapatkan support dari pada para rekannya tersebut untuk memenangkan penghargaan individual tersebut.

“Kegagalan tersebut tidak lagi terasa sakit. Namun di awalnya hal tersebut benar-benar membuatnya terasa jatuh. Mungkin karena saya merasa tidak sepenuhnya puas dengan bagaimana cara tim memberikan bantuan kepadaku. Setelah laga usai, saya merasakan kemarahan yang luar biasa tertuang di dalam diriku.” jelas Lewandowski.

“Kecewakah saya dengan hal ini? Tidak dengan diriku tapu dengan rekan satu tim ku. Itu lah yang bisa kuungkapkan untuk sekarang ini. Tidak kurang tidak lebih.” ujarnya menyemburkan sekaligus juga mengakhiri perkataannya kepada kami.

Berita terakhir yang ingin kami paparkan di sini adalah mengenai klub Tottenham Hotspur. Di Liga Champions pada musim kemarin mereka hanya sampai kepada babak grup saja. Hal ini semua adalah karena The Lilywhites masih belum memiliki mental besar untuk bermain pada turnamen bergengsi tersebut.

Memiliki status sebagai pemilik peringkat kedua di Liga Primer Spurs sebenarnya begitu diunggulkan untuk melaju dari babak grup yang mana berisikan bberapa nama seperti Bayer Leverkusen, AS Monaco dan CSKA Moskow. Namun demikian kinerja mereka terlihat begitu membel. Dan paling utama dhal tersebut terjadi ketika mereka bermain di kandang di mana mereka dicatatkan menelan 2 kekalhan.

Singkat kata pada akhirnya mereka pun cuma berada pada peringkat ketiga dan hal tersebut mengakibatkan mereka harus bermain di Liga Eropa dan juga mereka langsung tereliminasi pada fase 32 besar. Kiprah mereka pada Eropa juga jelek pada musim .kemarin. Bisa dibilang kalau semua hal tersebut berbanding terbalik melihat mereka yang tampil dengan begitu sangat ketika bermain di Liga Primer Inggris.

Spurs sendiri memang bisa menuturkan kalau bermain di Stadium Wembley akan terasa begitu menyulitkan untuk mereka lantaran White Hart lane sekarang ini sedang berada dalam masa renovasi. Walau pun seperti itu akan tetapi para pemain Spurs memang dianggap belum terlalu memiliki kekuatan mental yang baik. Pada ajang Eropa mereka menuntut segala hal dalam segala aspek dan mereka belum siap untuk hal tersebut.

“Melihat hal tersebut saya bisa bilang bahwa itu merupakan sesuatu yang amat disayangkan. Musim kemarin mereka memang tampil trengginas ketika berbicara soal Liga Primer Inggris. Namun demikian pada saat mereka bermain di Liga Champions, semua nya teras begitu hancuru ntuk mereka. Rasanya begitu mengecewakan.” ujar William Gallas selaku mantan pemain belakang Spurs.

“Pertandingan antara Bayer Leverkusen serta Monaco pada babak grup seperti membuktikan kalau mereka perlu banyak pengalaman lagi.” tegasp emain yang membuat Spurs mencapai fase perempat final pada gelaran Liga Champions pada periode 2010/11 tersebut.

“Saya bisa mengungkapkan kalau Liga Champions adalah hal yang berbeda dengan Liga Primer. Sudah barang tentu bahwa anda akan perlu dengan pengalaman. Tentu saja diperlukan fokus dan kecerdasan untuk hal ini.” paparnya menambahkan.

“Dan bila anda teliti maka anda bisa melihat bahwa sekumpulan skuat yang kami miliki sekarang ini dengan yang dulu tidak lah sama. Ketika itu kami lebih banyak pemain yang sudah berumur lebih lanjut di dalam sepak bola dan mereka memiliki lebih banyak pengalaman. Sementara itu sekarang ini lebih banyak para pemain kami dengan minim pengalaman karena merek masih berumur muda. BUtuh waktu bagi mereka untuk beradaptasi pada ajang sebesar itu. Dan untuk hal ini saya sebenarnya tidak ambil pusing karena saya tahu mereka akan terus belajar dan berkembang hingga pada akhirnya bisa jadi juara di ajang itu.” tuntasnya seperti penuilisan Agen Taruhan Casino. (RB)

Related Post

Agen Taruhan Top – Arsenal Bisa Selamatkan M... Agen Taruhan Top - Usai tersisih dari persaingan gelar dan juga Champions, Arsenal masih punya kans untuk menyelamatkan musimnya. Pada Liga Primer ...
Agen Taruhan Terbaik – Ambisi Wazza dengan E... Agen Taruhan Terbaik - Rooney telah sering tampil di level Eropa, Rooney baru akan menjalani debutnya dengan Everton di sana. Di thaun 2004 yang la...
Agen Taruhan Terpercaya – Ini Loh Gantinya P... Agen Taruhan Terpercaya - Tidak ingin lama mencari penggati Pepe yang mereka lepaskan di musim panas ini, mereka memulangkan Vallejo. Pepe kontrakn...
Agen Taruhan Sbobet – Chelsea Masih Butuh Wa... Agen Taruhan Sbobet - Chelsea memang masih berada pada puncak klasemen. Tapi Pedro melihat bahwa hal itu tidak menjamin mereka juara. Karena tidak ...

4 Comments

  1. victor - June 25, 2017

    Kalo ada duit kagak ada yg susah, semua jadi gampang

  2. Zamorano - June 27, 2017

    Berlusconi sukanya datengin pemain tua. Pantes milan dari dulu ngak berkembang

  3. Cichay - June 27, 2017

    Ibrahimovic saat ini sedang menyandang status bebas transfer sudah pasti langsung disikat Milan 🙂

Komentar