Info Bola Sbobet - Karir Allegri Yang Gemilang | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew
Selamat Datang di Ligatop.com
Apabila Anda membutuhkan Bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas

Info Bola Sbobet – Karir Allegri Yang Gemilang

Info Bola Sbobet – Memang bahwa karir Allegri tak selalu mulus. Tapi setidaknya dia punya 2 kali kans treble.

Juventus telah sukses menguci tempat di puncak klasemen pada musim ini di tahun 2016/17. Dan itu merupakan Scudetto yang ke-3 kali secara beruntun semenjak klub berada di bawah asuhan Massimiliano Allegri semenjak dia datang di awal musim pada periode 2014/15 yang silam.

Dan gelar Serie A pada kali ini sekaligus juga membuat gelar Coppa Italia mereka menjadi lengkap yang sebelumnya juga telah didapatkan oleh Allegri. Dan sekarang ini ada 1 final lagi yang harus mereka jalani dan itu adalah pertandingan yang berat. Kenapa dikatakan demikian? Karena mereka harus berhadapan dengan salah satu tim sepak bola terbaik di dunia untuk memperebutkan hal tersebut. Dan tim tersebut dipimpin oleh Zinedine Zidane. Ya, Real Madrid.

Dan hal yang menarik untuk dibahas di sini adalah bahwa itu merupakan kali kedua Allegri punya kesempatan untuk merealisasikan mimpinya untuk meraih treble bersama dengan tim. Pada musim perdananya dia memiliki kans yang serupa walau pun singkat kata di akhirnya mereka harus merasa pua dengan 2 gelar saja yakni Coppa Italia dan Serie A. Dan itu berarti di dalam hitungan 3 musim belakangan ini sudah ada 2 kali sang peracik taktik tersebut sukses membawa tim memiliki peluang untuk bisa mendapatkan treble.

Dan kondisi dari pada Allegri tersebut menjadi sebuah hal yang begitu menarik lantaran kedatangannya ke dalam klub tersebut di awalnya justru tidak begitu memiliki sambutan yang terlalu hangat dari fans Bianconerri. Terlebih lagi sepanjang ia berkarir Allegri sendiri bisa dibilang tidak begitu asing lagi dengan sesuatu tindakan yang namanya pemecatan.

Karir melatih dari pada Allegri berawal dari dia menjadi manajer di Seri C2 bersama dengan Aglianese. Dan itu merupakan tim terakhirnya sebagai seorang pengolah kulit bundar. Dan ketika itu kinerjanya telah sukses membuat Crosseto, klub dari Serie C1 melirik diriny dan kemudian memutuskan untuk membeli dirinya. Namun demikian hal yang menyedihkannya adalah bahwa sang pelatih tidak berhasil tampil dengan ekspektasi yang diinginkan lantaran dari 28 pertandingan yang dimainkan ia hanya sukses mendapatkan enam kemenangan saja. Dan hal ini kemudian pun berujung kepada terpecat nya sang manajer.

Dan hal ini membuat Allegri kembali kepada Giovanii Galeone yang merupakan mentornya. Pria yang memiliki kota kelahiran di Livorno tersebut kemudian menjadi salah satu staf manajer dari pada Galeone di Udinese dan hal tersebut terjadi dalam jangka waktu 1 musim. DAn di situ lah dia pun kemudian memiliki cukup banyak ilmu dari klub yang bermain pada level Serie A.

Nah kemudian di musim yang lebih lanjut, Allegri kemudian lebih banyak bermain sendiri. Dia mendapatkan lamaran dari kubu Sassuolo di tahun 2007 yang silam tepatnya pada bulan Agustus. Secara proses dia menunjukkan bahwa hasil racikan tangan dinginnya sukses membuat Sassuolo merasa puas dan kemudian mereka sukses mengalami promosi ke Serie B setelah sukses menjadi juara pada saat bermain di Serie C1.

Dan berikutnya di tanggal 29 Mei 2008 yang silam ALlegri kemudian mulai bermain di Serie A dan itu adalah bersama dengan Cagliari yang kemudian di akhir musim finis pada peringkat kesembilan pada klasemen. Dan kiprahnya tersebut telah membuat dirinya mendapatkan awards bernama Panchina d’Oro atau gelar manajer terbaik yang dipilih oleh manajer Serie A yang lain dan hal ini membuat dirinya sukses menundukkan Jose Mourinho yang juga ikut berebut bersaing dalam memperebutkan hal tersebut.

Namun demikian di musim yang selanjutnya, langkah dari pada Allegri dengan Cagliari akhirnya menemui jalan buntu. Dia kena pecat, sebagaimana sukses diberitakan oleh Info Bola Sbobet Online. Bahkan hal tersebut terjadi sebelum periode 2009/10 selesai. Namun demikian hal ini tampak seperti adanya berkah tersendiri karena semenjak itu dia pun mendaptkan tawaran dari klub besar bernama AC Milan.

Dan bersama dengan kubu yang bernama lain ii Diavolo Rosso ini Allegri sukses memberikan gelar Scudetto ketika bermain pada musim pertama. Dan awal yang indah ini kemudian tidak menyambung ke musim-musim yang selanjutnya. Terjadi penurunan dan hal tersebut membuat dirinya terkena pemecatan ketika sedang berada pada musim ke-4 bersama dengan klub tersebut.

Dan ini kemudian lagi-lagi tidak membuat klub lain menjadi surut untuk memliki minat mendatangkan dirinya. Dan kemudian Juventus yang notabene merupakan tim rival yang malah merekrut dirinya. Dan sejauh in kisahnya bersama dengan La Vecchia Sigonra nampak masih begitu indah. Mereka seperti berada dalam dongeng dan merupakan pemeran utamanya.

“Pada pagi ini, begitu banyak kenangan tentang masa lalu terlintas padap ikiran saya. Pada saat saya berdiri sebagai seorang manajer kira-kira sepuluh tahun yang sali dari kubu Sassuolo sampai dengan Cagliari. Dan saya merasa luar biasa senang karena sukses mendapatkan piala ketika bermain bersama dengan Rossoneri atau pun Bianconerri. Namun demikian di depan saya masih ada jalan yang begitu panjang lagi telah menanti saya.” keterangannya memaparkan sekaligus juga megakhiri pembicaraannya dengan Info Bola Sbobet Malam Ini.

Ada juga manajer lain yang ingin kami bicarakan di sini dan dia adalah Zinedine Zidane. Mungkin dia bukan lah manajer terbaik di bumi untuk sekarang ini. Namun demikian untuk Madrid, dia jelas telah menunjukkan yang terbaik dan hal tersebut telah sukses ia buktikan.

Dan siapa kah yang tidak meragukan keputusan dari pada Florentino Perez ketika dirinya meutuskan untuk melantik Zidane pada tahun 2016 yang silam untuk menggantikan temapt yang diduduki oleh Rafael Benitez? Ketika itu Madrid sedang berada dalam posisi yang kalang kabut.

Dan hal ini belum lagi menyangkut persoalan mengenai menurunkan pemain di kompetisi Copa del Rey yang mana hal ini membuat mereka menjadi tercoret pada turnamen tersebut dan kejadian seperti ini sudah barang tentu merupakan sebuah hal yang luar biasa memalukan untuk klub besar seperti El Real.

Dan apakah Zidane merupakan sosok yang tepat untuk membuat Madrid terbangkitkan lagi? Dilihat dari sejarah kepelatihan yang cuma di Real Madrid Castilla, maka Zidane walau pun memiliki nama yang begitu besar tetap saja dia tidak luput dari keraguan para supporter.

Oleh sebab itu lah tidak heran ada banyak yang meramalkan kalau pria kelahiran Perancis tersebut bisa mendapatkan sukses di Liga Champions. Namun demikian hal tersebut pada akhirnya berhasil dia jawab dengan baik. Dia sukses membuat tim nya mendapatkan kemenangan dari Atletico Madrid ketika bermain di final adu titik putih.

Bahkan Zidane juga membuat Azulgrana harus bertarung hingga pekan terakhir di Primera La Liga sebelum pada akhirnya tim ashuan Luis Enrique tersebut sukses menjadi juara dan Madrid menjadi runner up.

Dan hanya dengan tempo empat bulan berselang, Zidane telah mengubah perspektif miring yang diberikan oleh publik terhadap dirinya. Trofi Liga Champions pun kemudian menjadi awal yang begitu sukses yang berhasil didapatkan oleh Zidane sebagai manajer Madrid.

Dan setelah itu Zidane secara perlahan mendapatkan 1 per 1 gelar dan hal ini diulai dari Piala Super Eropa dan kemudian berlanjut ke Piala Dunia antar Klub. Tak hanya itu saja akan tetapi Zidane juga sukse membuat Madridm endapatkan rekor tidak terkalahkan selama empat puluh pertandingan di seluruh kompetisi yang ia mainkan.

Dan torehan luar biasa kembali dibuat oleh nya ketika bermain di kandang Malaga pada saat Madrid sukses menundukkan tuan rumah dengan angka sebesar 0-2 dan kemudian sukses membuat gelar juara terkunci ketika berada pada pekan ke-33 dan hal ini merupakan yang pertama kali sukses diamankan oleh mereka semenjak tahun 2012 yang lalu.

Dan sekrang ini Zidane hanya tinggal menunggu pertandingan di tanggal 3 Mei ketika tim bermain di Cardiff untuk berhadapan dengan Juventus dalam gelaran final Liga Champions. DAn rekor sebgai klub pertama yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions pun menanti Zidane apa bila dia sukses melakukan hal tersebut.

Saya bisa mengungkapkan di sini bahwa mungkin terlalu banyak orang memikirkan kalau Zidane mungkin tidak lah memiliki kaliber seperti Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, Pep Guardiola, Antonio Conte atau pun Massimiliano Allegri. Namun demikian untuk MAdrid sendiri Zidane merupakan figur terbaik yang bisa membuat klub berada dalam jalur suksesnya.

“Sebagai seorang manajer tim ini, akan selalu ada ekspektasi yang tinggi. Dan tetnang hal ini saya ingin mengungkapkan bahwa saya suka dengan hal demikian dan saya mengalami hal ini sebagai seorang pemain. Sejauh ini saya telah berhasil memenangkan seluruhnya bersama dengan pihak klub dan dengan menggunakan seragam ini namun demikian memenangkan liga sebagai manajer adalah sebuah hal yang berbeda dan rasanya benar-benar luar biasa.” keterangan Zidane sebagaimana hal ini diterangkan langsung oleh Info Bola Sbobet Hari Ini.

Isco mendatangkan kabar baik untuk para fans klub nya sehubungan dengan masa depan nya bersama dengan kub tersebut. Pemain yang berumur 25 tahun tersebut telah membuat kepastian bahwa dirinya akan tetap menggunakan seragam tim Madrid.

Walau pun di dalam beberapa bulan terakhir ini Isco selalu menjadi pemain reguler di dalam tim yang diracik oleh Zidane pada bagian lini serang. Namun demikian itu pun lantaran Gareth Bale sedang berada dalam kondisi cedera. dan apa bila Bale sedang berada dalam kondisi sehat maka Isco mungkin kemungkinan besar akan lebih banyak mendekam di bangku cadangan saja.

Oleh sebab itu lah wajar saja apa bila ada berita tentang beberapa klub di Eropa mulai memikirkan tentang mendapatkan jasa dari pada Isco. Dan kemungkinan ini tidak tertutup untuk Barcelona yang notabene merupakan rival abadi dari pada Real Madrid. Dan El Real sendiri pun bisa dikatakan seperti sedang kebakaran jenggot karena tidak rela pemain bintangnya bekerja sama dengan klub saingannya sendiri.

Dan untungnya sang pemain menuturkan bahwa dia masih kerasan menggunakan seragam Los Blancos dan ia ingin terus bermain bersama dengna tim ibu kota tersebut.

“MEngenai hali ni saya ingin mengklarifikasi kepada kalian semua bahwa para fans tidak perlu merasa kuatir. Saya akan tetap bertahan di sini.” keteranagn Isco seperti sukses dikutipkan Info Bola Sbobet Terpercaya.

“PAda awalnya mungkin akan terasa sangat sulit namun demikian dalam hal ini saya ingin menuturkan bahwa mentalitas yang saya miliki sangat lah kuat dan saya akan memiliki support dari banyak orang di sini.” tegasnya menyambungkan kepda kami.

Dan pada musim ini Isco merupakan salah satu pemain yang paling tajam di dalam klub tersebut di mana dia telah sukses menelurkan sepuluh gol ketika bermain di La Liga. Dan rekor nya tersebut hanya lah dari milik Alvaro Morata, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Dan gelar La Liga yang sukses di dapatkan oleh Madrid tidak lama ini di kandang dari pada tim lawan (Malaga) merupakan yang pertama kali untuk karirnya.

“Dan saya tahu benar bahwa monen seperti ini akan datang kepada diri saya. Namun demikian ayng satu ini terasa seperti sebauh mimpi yang sukses terwujudkan menjadi kenyataan dan tentu saja saya merasa begitu senang akan hal ini. Dan mengenai hal ini keluarga dan juga teman-teman saya merasa begitu betah di sini dan dengan klub ini saya berhrap bisa bekerja sama dalam jangka waktu yang lama karena saya sendiri secara pribadi memang menginginkannya dan sama sekali tidak ada paksaan kepada saya tentang hal ini.” ujarnya menegaskan.

“Di samping itu saya selalu merasa luar biasa tersanjung terhadap sambutan hangat yang diberikan oleh para fans. Moemn tersebut terasa luar biasa manis dan ketika anda mengerti tentang apa yang saya katakan seharusnya saya tidak perlu lagi berbicara banyak untuk menerangkan mengenai hal ini. Dan sejauh ini kami telah menikmati hal tersebut. Kami telah menunjukkan hal tersebut kepada seluruh staff dan manajemen bahwa kami telah berada pada level yang kami inginkan dan sekarang ini kami ingin mempertahankan hal tersebut sebaik mungkin.” tuturnya mengakhiri seperti dibahas Info Bandar Bola. (RB)

Related Post

Prediksi Bola Sbobet – Wenger Diejek Adams Prediksi Bola Sbobet - Keputusan Arsenal untuk mempertahankan pelatihnya Wenger menjadi sebuah penyesalan tersendiri untuk Tony Adams. Polemik meng...
Prediksi Sbobet Paling Jitu – Pandangan Valv... Prediksi Sbobet Paling Jitu - Manajer Blaugrana Valverde mulai menghitung poin untuk mengunci gelar juara La Liga. Barcelona untuk sementara waktu ...
Prediksi Bola Malam Ini – Tak Disangka Ancel... Prediksi Bola Malam Ini - Paolo Maldini mengakui bahwa dia tidak menyangka Carlo Ancelotti ingin menerima pinangan dari Napoli. Sebagaimana dibahas...
Ramalan Final Piala Dunia – Bursa Taruhan Ja... Ramalan Final Piala Dunia - Kroasia bakal bertemu Perancis di final World Cup. Vatreni pada dasarnya tidak disangka bermain di partai puncak. Perta...

5 Comments

  1. sule - May 26, 2017

    Kalo latih klub elite ga gitu susah.. Pep juga sukses tuh latih Barca & Bayern Munchen

    • Saipul - May 27, 2017

      Pep memang sudah jago atur siasat dilapangan ijo gan, kalo ente yang latih Barca trus juara itu baru luar biasa wakakakaka 😀 😛

  2. Sukirman Putra - May 27, 2017

    Alergi pasti dipertahankan management untuk nglatih Juve lebih lama nih

  3. Bandot - May 27, 2017

    Coba Allegri suruh ke EPL, pasti kalang kabut juga tuh

Komentar