Tips Bandar Bola - Madrid Tak Boleh Remehkan Roma | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew

Tips Bandar Bola – Madrid Meremehkan Roma?

Tips Bandar BolaTips Bandar Bola – Pertandingan leg kedua ini dibilang oleh Zinedine Zidane merupakan sesuatu yang tidak boleh diremehkan oleh timnya.

Real Madrid sukses mendapatkan skor oke ketika sedang melakukan lawatan ke Stadion Olimpico di pertandingan leg I fase enam belas besar di ajang Liga Champions yang terjadi pada pekan kemarin. Diketahui bahwa terjadi dua gol tanpa balas kala itu yang mana disumbangkan oleh Jese Rodriguez dan Cristiano Ronaldo. Sekedar informasi, dengan memiliki keunggulan tandang seperti itu maka mereka pun tidak perlu mencari skor ketika tim nya tersebut melawat ke Santiago Bernabeu. Mereka hanya cukup menahan seri lawannya tersebut.

Dengan berkaca kepada fakta bahwa mereka memiliki keunggulan 2 angka tandang, maka sudah barang tentu nama Real Madrid bakalan menjadi favorit untuk bisa melangkah maju ke babak selanjutnya dengan memenangkan leg kedua ini. Akan tetapi Zidane malah mengungkapkan kalau ia tidak ingin para pemain menganggap keuntungan tersebut menjadi sebuah hal yang benar-benar membuat mereka unggul. Semua itu adalah karena ia berpikir bahwa itu akan membuat tim nya menjadi lengah dan mungkin bisa saja kalah dalam pertandingan yang akan digelar tanggal 8 Maret 2016 tersebut.

Usai mengalmai kekalahan dari Los Balncos, i Lupi sendiri pada dasrnya sedang berada dalam tren positif di mana mereka berhasil memenangkan tiga pertandingan di Serie A secara berturut-turut mereka membuahkan 12 angka dan cuma sempat dibuat terbobol sebanyak 2 kali saja. Apa bial dilihat secara keseluruhan tim ibu kota ini berhasil memenangkan tujuh pertandingan terbarunya bersama dengan klub di liga sendiri.

“Sudah barang tentu kami merasa sangat bersemangat dengan kemungkinan tentang memenangkan kompetisi ini. Namun demikian kami seharusnya cuma memikirkan mengenai laga sulit yang akan segera kami hadapi ini.” terang Zidane menuturkan kepada Tips Bandar Bola Jitu Online.

“Roma sendiri pada dasarnya merupakan tim yang oke dan saya rasa tidak akan ada yang mau berdebat bersama dengan ku mengenai hal ini. Tidak bisa dipungkiri kalau striker mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi dan hal tersebut tidak bisa dibantah oleh siapa pun. Oleh karena itu sekarang ini yang kami inginkan hanya lah menjalankan tugas kami dengan sebaik mungkin. Atau tidak itu akan membuat anda bisa tereliminasi.” keterangannya memaparkan lebih lanjut lagi.

“Kami benar-benar harus menyajikan permainan dengan pertahanan yang sebaik mungkin karena itu akan menjadi kunci kemenangan kita dalam pertandingan malam nanti. Kami akan mencoba untuk membuat Roma tidak memiliki peluang untuk membuahkan angka ke gawang kami.” terang eks pemain Madrid yang sekarang sudah menjadi manajer tersebut.

Berbicara mengenai Zidane, Marcelo Lippi mengakui bahwa dirinya terkejut ketika Zidane merambah dunia karir kepelatihan profesional. Di suatu hari, Marcelo Lippi sendiri memiliki kesempatan untuk melatih sang legenda hidup tersebut ketika ia masih menjadi seorang pemain dulu. Mengetahui hal seperti itu, Lippi sendiri tidak pernah memprediksi bahwa pada akhirnya Zidane bakalan menjadi seorang manajer di dunia kulit bundar ini.

Lippi sendiri sukses menjadi pelatih Zidane di periode 1990-an yang silam ketika dirinya masih menjadi pembela Juventus dulu. Di saat yang bersamaan, pria yang berasal dari Perancis lainnya Didier Deschamps sekarang ini juga malah menjadi tim nasional Perancis.

Beda hal nya dengan Zidane, Lippi mengungkapkan kalau Deschamps telah menunjukkan sinyal bakalan menjadi pelatih dan hal tersebut memang sudah terlihat dengan sangat jelas. Oleh karena itu ia tidak merasa terkejut dengan keadaan dari pada Deschamps sekarang ini. Namun demikian yang membuatnya kaget adalah Zidane karena sekarang ini ia berada di pinggir lapangan untuk memberikan instruksi kepada para pemain Real Madrid yang disebutkan oleh nya benar-benar merupakan hal yang sebenarnya tidak pernah ia sangka sebelumnya.

“Sama sekali tidak pernah terbest satu kali pun di benak saya kalau Zidane akan menjejakkan kaki nya di dunia kepelatihan profesional samapi dengan level seperti ini. Ya, saya pernah menjadi pelatih dari pada Deschamps yang sekarang telah menjadi pelatih dan hal itu memang sudah disinyalisir oleh dirinya semenjak dulu. Oleh karena itu saya tidak merasa terkejut dengan apa yang ia kerjakan sekrang ini. Tapi Zidane? Sama sekali tidak ada sinyal yang menunjukkan kalau dirinya bakalan menjadi abgian di dalam tim yang menjadi orang yang duduk di kursi manajer.” jelas Lippi menerangkan seperti yang berhasil dituliskan oleh Tips Bandar Bola Hari Ini.

Lippi sendiri merupakan orang yang merupakan peran penting dari pada karir Zidane di mana ia mulai naik namanya ketika pindah dari klub Bordeaux ke Juventus di tahun 1996 yang silam. Nah dari sana lah kemudian namanya pun mulai membumi. Zidane sendiri memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2 gelar Serie A bersama dengan klub tersebut dan 1 trofi Piala Super UEFA serta Piala Interkontinental.

Lippi sendiri meyakini bahwa walau pun dulunya Zidane sama sekali tidak menunjukkan klau dirinya ingin menjadi pelatih tapi dia akan sukses untuk menjadi pelatih dari kubu yang dipimpin oleh Florentino Perez tersebut. Akan tetapi ia akan memerlukan waktu untuk mencapai level tertinggi dalam karir kepelatihannya.

“Tapi, biar bagaimana pun saya mempercayai kalau Zidane adalah orang yang akan menjadi sukses. Bukan karena saya adalah orang yang mengenalnya akan tetapi saya tahu benar kalau dirinya sangat baik dalan menjalankan hal apa yang sedang ia tekuni. Ia akan mengorbankan waktu untuk memberikan yang terbaik yang ia bisa kepada tempat ia bekerja dan itu lah Zidane yang saya kenal. Sampai sekarang pun saya yakin dia masih belum berubah dan memegang teguh filosofi tersebut karena saya sudah pernah bekerja sama dengan dirinya.” ujar Lippi menerangkan.

“Zidane sendiri adalah orang yang tahu benar tentang psikologi dari para pemain tingkat atas. Hal ini lah yang membuatnya menjadi begitu istimewa. Saya sendiri tahu bahwa beberapa orang meremehkannya ketika pertama kali ia ditunjuk untuk menjadi manajer bagi klub. Namun demikian pada dasarnya bahkan pemain bintang seperti Cristiano Ronlado pun ingin mendengarkan apa yang ia katakan dan hal ini akan menjadi simbiosis mutualisme di dalam klub di mana nantinya Zidane bakalan bisa membagikan ilmu nya kepada CR7 dan ia akan bisa lebih berkembang lagi.” ujarnya mengakhiri komentar dan berhasil digubris oleh Tips Bandar Bola Malam Ini.

Selanjutnya kita akan membas tentang Massimiliano Allegri. Di musim debutnya bersama dengan klub Juventus, Allegri sendiri sukses membuat tim nya tersebut melanjutkan pergelutan ke babak final. Walau pun memiliki mimpi untuk menjadi juara Liga Champions akan tetapi sang pelatih mengujarkan kalau hal tersebut tidak serta merta menjadi obsesi di dalam klub.

Pada awalnya ALlegri sendiri diragukan bisa sukses bersama dengan klub yang menggunakan seragam hitam putih tersebut. Bukan kenapa, akan tetapi meski pun dirinya pernah mendulang sukses bersama dengan kubu AC Milan dan bahkan menjadi juara di domestik ketika itu, Allegri sendiri sering kali dianggap memiliki kegagalan di musim terakhirnya bersama dengan klub Rossoneri dan akhirnya hal tersebut lah yang mengakibatkan dirinya dikeluarkan dari karir kepelatihan. Sementara itu sosok yang sekarang ini ia gantikan di sana adalah Antonio Conte yang mana dia membuat klub tersebut berhasil menjadi penguasa di Liga Italia secara berturut-turut. Dengan beban seperti itu lah ia menduduki kursi manajerial di sana.

Akan tetapi walau pun melihat rekor oke dari pada Allegri di Milan, sebenarnya ia bukan lah manajer yang jelek. Mengapa demikian? Di tiga musim awalnya bersama dengan klub ii Diavolo Rosso, Mmereka sama sekali tak pernah tersisihkan dari area tiga besar. Oleh karena itu Allegri pun sebetulnya memiliki modal yang oke untuk menjadi pelatih The Old Lady, tempat di mana ia bekerja untuk sekarang ini.

Hal ini terbukti dengan tim yang berisikan amunisi yang begitu matang. Ia bisa membuat Juventus menjadi juara di Serie A di dalam debutnya dan hal ini benar-benar fantastis tentunya. Bukan cuma itu saja, akan tetapi ia juga sukse smelakukan satu hal yang tidak bisa diperbuat oleh Conte sebelumnya yaitu membuat tim nya menjadi finalis di Liga CHampions walau pun pada akhirnya mereka harus mengakui ketangguhan dari pada lawannya, Barcelona di ajang puncak tersebut.

Di musim ini walau pun mereka sempat terlihat berjalan terbata-bata di awal. Akan tetapi Juventus sukses menaikkan levelnya kembali ke tempatnya. Dan bahkan akhirnya mereka sukses menjadi raja klasemen lagi seperti yang kita ketahui sekarang ini. Sementara itu kalau di kompetisi Italia Juventus bermain dengna skor seri dari klub raksasa Jerman Die Roten. Juventus juga bakalan lolos apa bila mereka sukses mengalahkan Bayern di markas lawannya tersebut di mana hal ini akan terjadi pada tanggal 16 Maret yang akan datang nanti.

Sudah barang tentu mengalahkan tim asuhan Pep Guardiola tersebut bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi mengenai hal ini Allegri terlihat masih tetap optimis untuk melakukannya. Namun demikian dirinya juga tidak ingin terlalu memaksa para punggawanya untuk menjadi juara pada ajang bergengsi di level klub tersebut dengan tanpa adanya proses yang jelas. ia pun memberikan pertanda dengan mengugnkapkan bahwa ajang tersebut merupakan mimpinya akan tetapi tidak menjadi obsesi bagi dirinya.

“Bayern adalah salah satu tim yang diunggulkan untuk menang dalam ajang ini dan saya tidak akan bertanya kenapa demikian. Mereka sudah membuktikan kekuatannya di ajang ini dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kalau kami kalah pun saya tidak akan heran dengan semua ini. Memang betul kalau kami sangat menginginkan untuk menang di ajang ini. Namun demikian di satu sisi saya juga menyadari kalau kami tidak bisa memaksakan hal tersebut untuk terjadi karena semuanya akan membutuhkan proses.” terang Allegri mewartakan kepada Tips Bandar Bola Terbaik.

Sementara itu Inter Milan belakangan ini sering kali dikabarkan akan kehilangan pelatihnya, Roberto Mancini di musim depan. Beberapa kali sempat beredar kabar bahwa pria yang asli berdarah Italia tersebut akan meninggalkan klub ketika musim ini selesai. Mengenai hal ini, Mancini pun membantahnya. Ia mengungkapkan akan terus membela Inter Milan di musim yang akan datang nanti. Berikut ini di bawah adalah ulasan yang berhasil kami buat.

“Sekarang ini saya merupakan manajer dari pada klub Inter Milan, dan di musim depan status saya akan masih sama seperti sekarang ini.” jelas Mancini ketika sedang diwawancarai oleh salah satu media ternama di Italia ketika itu.

Mancini sendiri memutuskan untuk mebali untuk memperkuat Inter Milan di bulan November 2015 yang silam dan di sna ia memiliki misi untuk menggantikan peran dari pada Walter Mazzarri. Di musim kemarin dia sukses membuat timnya tersebu finis di urutan ke-8 pada klasemen sementara di Serie A.

Di musim ini INter Milan sempat berada pada puncak klasemen sampai dengna awal bulan Januari. Akan tetapi mereka kemudian mengalami penurunan dan sekarang ini sedang berada pada peringkat kelima dan penurunan itu terjadi dan hal ini lah yang kemudian membuat nama dari pada Mancini menjadi begitu dispekulasikan akan bertahan bersama dengan klub tersebut. Sering kali dirinya dikabarkan akan keluar dalam jangka waktu empat bulan ke depan ini.

“Seperti yang anda semua ketahui kami sempat berada pada puncak klasemen untuk beberapa periode dan itu bisa dibilang cukup panjang. Akan tetapi di dalam prosesnya kami kemudian menemukan masa sulit di dalam permainan kami yang mana ditandai dengan hasil-hasil negatif dan mengenai hal ini saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi satu fakta yang tidak bole hilang dari bahasan ini adalah Inter MIlan merupakan salah satu tim terbaik di Italia dan kami berada di lima besar sekarang ini dan masih terus berusaha untuk menaikkan level kami ke puncak lagi. Kami sama sekali belum menyerah kepada persaingan dan akan terus melaju selagi hal tersebut mungkin untuk dilakukan.” jelas Mancini menuturkan.

“Kami benar-benar harus yakin kepada keyakinan diri kami sendiri karena kalau kami tidak yakin, maka siapa lagi yang bakalan yakin kepada kami? Bahkan untuk meyakinkan kepada para supporter bahwa kami bisa melakukannya, kami harus benar-benar pede dulu terhadap diri sendiri baru lah setelah itu kami bisa memancarkan pesona keyakinan tersebut kepada para supporter yang sudah dengna setia memberikan dukungan kepada kami.” tukas mantan pelatih manchester City tersebut melanjutkan.

Sementara waktu ini La Beneamata sedang memiliki jarak selebar 13 poin dari klub Juventus yang merupakan pemegang takhta klasemen sementara. Mereka juga memiliki jarak selebar liam poin yang berada pada posisi ke-3 yang mana peringkat itu merupakan tempat di mana mereka bisa lolos ke ajang Liga Champions musim mendatang nanti.

“Urutan ketiga? Setiap pertandingan bakalan sangat menentukan apa kah kami bakalan bisa melakukan ini atau tidak karena hal ini bakalan menjadi sangat krusial untuk kami. KE depannya kami bakalan memiliki tim yang hebat. Saya sudah bisa memprediksi hal ini bahkan sebelum terjadi. Ya, saya bisa melihat dengan jelas bahwa tim ini sedang berada dalam arah perkembangan dan saya masih menanti hal tersebut untuk terus terjadi.” tandas Mancini mengakhiri perbincangan seperti yang berhasil dituliskan langsung oleh Info Bandar Bola. (RB)

Komentar