Update Taruhan Bola - Conte Berpotensi Dipecat | Bandar Bola Online Terpercaya

bandarbolanew
Selamat Datang di Ligatop.com
Apabila Anda membutuhkan Bantuan, Silahkan Hubungi CS yang sedang bertugas

Update Taruhan Bola – Conte Berpotensi Dipecat

Update Taruhan Bola – Conte merasa cemas karena tren pemecatan pelatih tim juara bertahan tengah gencar di Liga Primer Inggris.

Chelsea sendiri memulai usaha untuk mempertahankan gelar Liga Primer dengan kekalahan ketika bermain di markas sendiri. Diketahui bahwa The Blues mendapatkan kekalahan dengan skor 2-3 ketika mereka menjamu Burnley dalam pertandingan yang berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2017 yang silam.

Bisa dikatakan kalau itu merupakan partu yang membuka musim mereka akan tetapi tentang hal ini Conte benar-benar harus menjaga kewaspadaannya terlebih lagi Premier League di dalam beberapa waktu terakhir memperlihatkan tentang pemecatan mereka bisa terus datang dengan begitu tiba-tiba tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Bahkan figur manajer yang membuat tim nya jadi juara pada liga pada musim sebelumnya pernah terpecat dan dalam hal ini kita sedang membicarakan soal Claudio Ranieri yang ditendang keluar dari kursi manajer lantaran dirinya menemui kegagalan di dalam musim keduanya yang tidak mulus.

Semenjak Fergie membuat tim menjadi juara Manchester United di Liga Primer tahun 2008/09 yang silam dan tampil sebagai juara dalam 3 musim secara berentetan Manchester United sama sekali belum ada yang bisa melakukan pertahanan gelar juara mereka.

“Dan apa bila kita melihat lebih jauh lagi maka bisa disimpulkan bahwa semenjak tahun 2006/07 yang silam pria yang berdarah Skotlandia tersebut merupakan 1 dari total 2 manajer bersaam dengan eks manajer The citizens Manuel Pellegrini mendapatkan gelar dan masih bertahan pada posisinya di bulan Mei dalam musim yang selanjutnya.” keterangan yang dituliskan oleh salah satu media berita di Inggris yang tak ingin kami cantumkan namanya di sini, sesuai hasil kutipan yang berhasil dibuat oleh Update Taruhan Bola Hari Ini.

Pada faktanya tren di dalam beberapa tahun akhiran ini telah mempertunjukkan soal beratnya berada pada posisi manajerial setelah membuat tim nya sukses jadi jawara liga dalam musim yang sebelumnya.

“Roberto Mancini, Carlo Ancelotti, jose Mourinho dan Claudio Ranieri, semuanya jadi buruk untuk mereka 1 tahun setelah mereka berhasil menjadi pemilik puncak klasemen di Liga Inggris dan hal tersebut merupakan liga paling atas di Inggris. Dan lebih lanjut lagi itu merupakan empat dari antara enam pelatih peraih gelar sebelum nama Conte.” penjelasan mereka menambahkan statement.

Berhubungan dengan hal ini Conte bisa saja merasa lebih cemas lagi sehubungan dengan hasil yang mereka miliki dari dalam pertandingan kontra Burnley dan hal tersebut adalah karena The Blues sekarang ini merupakan jura bertahan di dalam klub yang mendapatkan kekalahan ketika menjalani parti pembuka usai sukses menjadi kampiun dalam liga setelah sebelumnya adalah Leicester.

Apa lagi ditambah adanya kabar yang tidak mengenakkan soal posisi Conte di dalam klub tersebut. Konon katanya dia dengan pihak manajemen sekarang ini sedang tidak terlalu akur hubungan nya dan hal ini adalah sehubungan dengan aktifitas transfer yang mengejutkan dilakukan oleh manajemen klub di mana terlihat bahwa mereka melakukan penjualan yang terlihat konyol yaitu menjualkan peran penting mereka Nemanja Matic langsung kepada klub rival yakni The Red Devils. Mengenai hal ini sang allenatore Italia tersebut mengatakan kalau amsa depannya sekarang ini mungkin saja bisa dibilang berada dalam ancaman.

Bicara soal Chelsea rasanya tidak lengkap apa bila tidak membahas soal Diego Costa. Sekarang ini rumor terus mengatakan bahwa kemungkinan besar dia akan hengkang dari dalam klub nya tersebut karena sudah tidak ada lagi tempat bagi dirinya di dalam tim tersebut. Costa sendiri bahkan katanya telah meminta langsung kepada manajemen klub cuma untuk melepaskan dirinya kepada Atletico saja dan bukan kepada kub lain.

Sekarang ini nama Costa sedang begitu diasingkan dari dlaam klub sehubungan dengan adanya selisih antara dirinya dengan Conte. Semua ini berasal dari penawaran yang datang dari klub yang berasal dari China pada bulan Januari yang silam.

Klimaksnya adalah ketika Conte mengirimkan sebuah pesan singkat untuk pria yang lahir di Brasil tersebut setelah mereka menjalani final dalam gelaran Piala FA silam. Eks manajer Juventus tersebut menuturkan kalau sekarang ini dia tidak lagi memerlukan pemain naturalisasi tim nasional Spanyol tersebut.

Sehubungan dengan kondisi yang terjadi seperti ini Costa pun terlihat sudah tidak lagi bersama dengan tim utama menjalankan sesi latihannya. Malahan dia sekarang ini sedang berada dalam masa liburan di kampung halamannya ketika para rekannya sedang mengisi sesi pramusim. Bahkan ketika The Blues dikalahkan oleh Burnley dalam partai pembuka Liga Primer Costa menonton pertandingan tersebut secara langsung dari rumahnya.

Sekarang ini Costa hanya tinggal menunggu adanya niat baik dari Chelsea untuk merelakan kepergiannya lantaran dia sudah merasa tidak tahan lagi berada dalam pengasingan seperti yang ia alami sekarang ini. Costa mengetahui dengan benar kalau banyak klub yang sekarang ini melakukan pengincaran terhadap dirinya. Dan hal ini terjadi bukan cuma pada level Eropa saja akan tetapi juga Asia.

“Tentu saja saya merasa siap untuk berada di Brazil dalam kurun waktu 1 tahun tanpa bermain. Chelsea sendiri memberikan dendaan saya selama setahun dan tidak memberikan gaji.” ungkap Costa di dalam sebuah wawancara yang berhasil dilansirkan langsung oleh Update Taruhan Bola Sbobet.

“Tentu saja saya akan lebih kuat lagi ketika saya kembali ke atas lapangan. Apa bila memang kesalahan terletak pada saya maka sekarang ini saya telah kembali bersama dengan klub dan meminta maaf terhadap apa yang membuat hati mereka merasa tidak senang.” ungkapnya menuturkan lebih lanjut lagi.

“Sekarang ini yang saya inginkan cuma kembali bermain bersama dengan klub lama saya yang tidak lain tidak bukan adalah Los Colchoneros. Telah ada pembicaraan yang saya lakukan bersama dengan Marina Granovskaia yang merupakan direktur dari klub Chelsea. Saya mengatakan bahwa apa bila manajer memang sudah tidak lagi menginginkan diri saya, maka apa artinya saya berada di klub ini? Saya bilang kalau itu menghabiskan waktu saya dengan sia-sia sebagai seorang pemain. Maka alangkah baiknya kalau saya dijualkan saja kepada ATM, tempat di mana saya benar-benar ingin bermain. Ini bukan mengenai masalah gaji akan tetapi saya ingin aktif bermain. Bila saya bertahan di sini maka jawabannya sudah sangat jelas bahwa saya akan lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk berada di pinggir lapangan menyaksikan temant-teman saya bermain.” sambung penyerang Spanyol tersebut menuturkan lebih lanjut untuk Update Taruhan Bola Malam Ini.

“Secara keseluruhan di sini yang paling ingin saya paparkan adalah bahwa saya mau supaya kesepakatan dengan ATM bisa menemui titik terang pada bulan ini juga. Hasrat saya adalah untuk pergi ke kota Madrid dan bermain bersama dengan mereka. Apa lagi tahun depan akan segera diadakan Piala Dunia, saya harus aktif bermain dan menunjukkan bahwa saya adalah orang yang pantas untuk dipanggil masuk ke dalam timnas.” lugasnya mengakhiri, sesuai hasil wawancara yang dilakukan oleh Update Taruhan Bola Terbaru.

Zinedine Zidane memberikan penilaian bahwa kompetisi La Liga pada musim ini akan semakin sulit untuk tim nya. Akan tetapi di saat yang bersamaan dia memiliki perasan yang kuat bahwa gelar juara akan bisa dipertahankan oleh tim nya.

Real Madrid membuka musim baru ini dengan status sebagai tim favorit untuk bisa menjadi juara di Liga. Dan mereka merupakan tim yang memiliki status juara bertahan pada musim kemarin ditambah lagi mereka menganagkat gelar Liga Champions dan memenangkan gelaran Piala Super Eropa serta Piala Super Spanyol.

Pada dasarnya Barcelona sendiri beberapa kali diramalkan bakalan bisa mendapatkan kesulitan ketika mencoba untuk mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Los Merengues. Apa lagi mereka kini telah ditinggalkan oleh Neymar yang berlabuh bersama dengan klub Perancis PSG. Di sampign itu Los Colchoneros sedang terkendala sehubungan dengan permasalahan larangan transfer mereka yang tidak begitu banyak berubah apa bila dikomparasikan dengan musim kemarin.

Walau pun seperti itu Zidane tidak ingin membantah bahwa ia meramalkan adanya persaingan yang bakalan berlangsung dengan sengit di La Liga di musim ini.

“Sekarang ini kami sedang berada pada momen yangl uar biasa dan kami harus bisa memaksimalkan hal ini sebaik mungkin. Memenangkan La Liga pada musim kemarin merupakan hadiah yang luar biasa terbaik terjadi sepanjang karirku. Kami tentu saja mengetahui bahwa bakalan sangat sulit untuk bisa memenangkan hal ini dan kami mencoba untuk menuntaskannya di pertandingan terakhir. Bagi saya ini adalah sesuatu yang luar biasa.” keterangan Zidane seperti berhasil diterangkan langsung oleh penulis kami.

“Sekarang ini konsistensi yang kami miliki menurut saya adalah sebuah hal yang luar biasa fantastis. Oleh sebab itu maka saya merasa sangat berbeda apa bila dibandingkan dengan masalah trofi yang lain. Di tahun ini kami sangat ingin untuk meraih hal ini kembali. Di samping itu kami adalh tim yang selalu ingin membuat semuanya bisa jadi berkembang. Sekarang ini itu lah apa yang kami targetkan di dalam pikiran kami. Sudah barang tentu bahwa kami mengetahui dengan benar bahwa tahun ini tidak bakalan berjalan dengan lebih mudah bagi kami karena kami telah melihat tentang apa yang mereka lakukan di bursa transfer ini. Dan hal tersebut sama sekali tidak bisa dianggap remeh.” pemaparan dari eks pemain Juventus dan Real Madrid tersebut menerangkan.

Di sisi lain dalam kesempatan kali ini Update Taruhan Bola Asia ingin membahaskan mengenai Gianluigi Donnarumma. Dia mengatakan bahwa tugas berat sebagai kiper di setiap pertandingan adalah sesuatu yang harus ia emban. Akan tetapi ada 2 figur penting yang menurutnya telah membuatnya sama sekali tidak memiliki rasa takut di dalam setiap laga yang ia jalankan bersama dengan timnya.

Sekarang ini Donnarumma berumur delapan belas tahun dan dia tahu benar tentang tugas berat dari pada tim nya untuk menjadi penjaga gawang. Bukan cuma dengan klub nya saja akan tetapi dia juga harus melakukan tugas yang serupa ketika bersama dengan negaranya.

“Ada 1 hal yang paling saya favoritkan ketika saya menjadi pemilik posisi ini yaitu adalah mengenai tanggung jawab dari pada tim. Hal tersebut lah yang membuat saya luar biasa bangga di depan para rekan satu tim beserta para penonton di tribun. Menjadi seorang penjaga gawang menurut saya adalah sesuatu yang utama dan responsibiltas adalah sesuatu yang tidak terelakkan lantaran pada saat kalian melakukan kesalahan maka itu lah di mana waktu terjadinya gol.” penjelasan Donnarumma seperti berhasil terkutip langsung oleh media.

“Bisa kukatakan di sini bahwa itu bukan lah posisi yang bisa dijaga orang yang mentalitasnya tidak kuat. Tekanan nya luar biasa. Setiap laga yang anda jalankan tentu saja anda akan merasa stress dan hal tersebut sama sekali tidak bisa terbantahkan. Posisi anda akan menentukan hasil laga dan bayangkan beribu orang mengharapkan tumpuannya kepada anda. Hal ini tentu saja adalah sesuatu yang tidak mengenakkan. Akan tetapi di situ lah letak serunya dan saya tertantang untuk hal tersebut.” jelasnya menambahkan lebih lanjut.

Donnarumma sendiri merasa begitu beruntung karena bisa mendapatkan pelajaran yang begitu berkualitas dari kiper legendaris yang merupakan idolanya semenjak ia masih seorang bocah dan orang tersebut adalah Gianluigi Buffon. Di samping itu kiper yang telah meneken kontrak bersama dengan Rossoneri tersebut juga mengatakan sempat belajar juga dari kiper yang lain.

“Banyak yang bisa dijadikan panutan di sini. Akan tetapi yang terutama adalah Gigi Buffon. Dia memberikan bantuan banyak kepada saya dengan memberikan tips kepada saya ketika kami sedang berada dalam tugas bersama dengan Italia. Banyak sekali nasehat yang ia berikan kepadaku dan hal tersebut membantu sekali ketika kami sedang latihan bersama. Dia bagi saya adalah orang yang spesial baik untuk menjadi seorang pelatih atau pun sahabat pribadi. Saya selalu melihatnya dengan penuh respek karena dia adalah senior yang berpengalaman dan sangat rendah hati. Sekali lagi saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuknya karena telah berbuat banyak untuk diriku.” tuntasnya seperti berhasil terlansir oleh Agen Taruhan Bola. (RB)

Related Post

Agen Taruhan Bola – Spalletti Suka Tantangan... Agen Taruhan Bola - Bukan tidak ada alasan Spalletti mau gabung Inter. Dia ingin membuat Nerzzurri mengusung kebangkitan. Luciano Spalletti pada da...
Info Taruhan Bola – Rencana Milan Rangsang B... Info Taruhan Bola - Bukan tanpa sebab Bonucci memilih Milan karena dia merasa tertarik dengan prospek klub itu. Leonardo Bonucci dengan mengejutkan...
Taruhan Bola Terbaik – Bellerin Sulit Berada... Taruhan Bola Terbaik - Bellerin mengungkapkan tidak begitu sedap dengan strategi baru Arsenal. Dia mengharapkan bisa beradaptasi. Seusai penampilan...
Skor Taruhan Bola – Lewandowski Memburu Gela... Skor Taruhan Bola - Pemain bintang bernama Robert Lewandowski mengaku terus mengincar Liga Champions. Sepanjang karir sepak bola profesional nya pr...

9 Comments

  1. Pandu - August 23, 2017

    Masak baru kalah sekali di kandang sendiri langsung kena pecat seh bos? 😀

  2. Reza Anggoro - August 23, 2017

    Gosipnya si Tuchel yang akan gantikan si Conte tuh

  3. Baratum - August 23, 2017

    Jangan sampai nasibnya Conte seperti Ranieri lohh wkwkwkwk

  4. Catur Huda - August 23, 2017

    Intinya di Abramovich, sehebat apapun prestasi si pelatih, kalo dia sudah ngak suka ya bakal ditendang

    • Cichay - August 24, 2017

      Chelsea memiliki model bisnis yang sangat kejam, Abramovich tak takut untuk menyingkirkan seorang pelatih atau menyingkirkan seorang pemain

  5. abut - August 23, 2017

    Kayaknya Conte udah ribut sama bossnya neh 🙂

Komentar